Berita Nasional

Ada 16 Proyek Strategis Nasional di Indonesia Timur, Pelindo IV Tingkatkan Kapasitas Pelabuhan

Direktur Utama PT Pelindo IV, Doso Agung menuturkan dengan adanya 16 pelabuhan yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN)

Ada 16 Proyek Strategis Nasional di Indonesia Timur, Pelindo IV Tingkatkan Kapasitas Pelabuhan
KOMPAS.com/RYANA ARYADITA UMASUGI
Dirut PT Pelindo IV, Doso Agung 

POS-KUPANG.COM | JAYAPURA - Direktur Utama PT Pelindo IV, Doso Agung menuturkan dengan adanya 16 pelabuhan yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), aktivitas di pelabuhan akan meningkat sebesar 50 persen hingga 500 persen.

Khusus di Pelabuhan Jayapura saja, selama ini aktivitas mengalami peningkatan 14 persen setiap tahun.

"Setiap tahun aktivitas di Pelabuhan Jayapura mengalami peningkatan sebesar 14 persen, sehingga dibutuhkan infrastruktur yang memadai untuk mendukung peningkatan tersebut, utamanya untuk mendukung kebutuhan aktivitas petikemas di pelabuhan paling timur di Indonesia ini," jelasnya, Jumat (24/8/2018).

Baca: Pemerintah Akan Bangun Rumah Hunian Sementara untuk Korban Gempa Lombok

Doso menyebutkan, investasi yang dilakukan Pelindo IV bisa menurunkan Berth Occupancy Ratio (BOR) atau rasio penggunaan dermaga terhadap kunjungan kapal. Semakin tinggi BOR, semakin padat dermaga dan waktu tunggu kapal juga semakin lama.

"Khusus untuk wilayah Papua, di Pelabuhan Jayapura, kami membangun dermaga penumpang 100 meter dan penggantian dermaga 150 meter dengan kapasitas 200.000 TEUs (peti kemas) per tahun, dari sebelumnya hanya 90.000 TEUs per tahun dengan penyerapan anggaran sebesar Rp 165 miliar," ujar Doso.

Selain itu, investasi 2 unit derek beban karet (rubber tired gantry/RTG) dari 15 boks per jam menjadi 25 boks per jam, dengan penyerapan anggaran senilai Rp 34 miliar. Serta investasi 2 unit container crane senilai Rp 100 miliar.

Di Pelabuhan Merauke, Pelindo IV membenamkan investasi sebesar Rp 76 miliar untuk pembangunan dermaga peti kemas 75 meter dan pondasi fixed crane dengan kapasitas 100.000 TEUs per tahun, dari sebelumnya hanya 30.000 TEUs per tahun. Juga investasi alat, yaitu 2 unit fixed crane senilai Rp 25 miliar dengan kapasitas 18 boks per jam, dari sebelumnya hanya 5 boks per jam.

Di Pelabuhan Biak, Pelindo IV menanam investasi sebesar Rp 87 miliar untuk membangun dermaga penumpang 142 meter. Dengan investasi ini, kapal yang sandar dulunya hanya bisa ukuran 3.000 GT, sekarang bisa dengan ukuran 14.000 GT.

Selanjutnya di Pelabuhan Sorong, Pelindo IV membangun kantor cabang dengan investasi sebesar Rp 23 miliar.

Melalui investasi ini, kantor cabang yang sebelumnya hanya mampu menampung sebanyak 50 orang, kini bisa didiami sebanyak 150 orang. Juga ada pembangunan dermaga peti kemas segmen B seluas 143 meter, yang menyerap anggaran sebesar Rp 192 miliar dengan kapasitas kini menjadi 300.000 TEUs per tahun, dari sebelumnya hanya 50.000 TEUs per tahun.

Di Pelabuhan Manokwari, investasi yang dilakukan adalah pembangunan dermaga peti kemas 75 meter senilai Rp 46,2 miliar dengan kapasitas yang meningkat jadi 100.000 TEUs per tahun dari sebelumnya hanya 30.000 TEUs per tahun.

Juga investasi 2 unit fixed crane senilai Rp 40 miliar berkapasitas 18 boks per jam dari sebelumnya hanya 5 boks per jam.

"Secara keseluruhan, setelah proses pembangunan selesai, total kapasitas peti kemas di Kawasan Timur Indonesia naik 188 persen dari 700 ribu TEUs per tahun menjadi 2 juta TEUs per tahun," tutupnya. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved