Berita Maumere

91 Persen Lulusan Unipa Terserap di Pasar Kerja

Wisuda periode pertama angkatan ke-10 Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

91 Persen Lulusan Unipa Terserap di Pasar Kerja
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Rektor Unipa, Ir. Angelinus Vincentius, M.Si, mengikuti prosesi wisuda di Aula Nawacita, Unipa Maumere Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (25/8/2018) siang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Wisuda periode pertama angkatan ke-10 Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (25/8/2018) siang menambah deretan alumni Unipa saat ini menjadi 3.135 orang.

"Hasil penelitian kami setiap kali angkatan yang diwisuda, 91 persen terserap di lapangan kerja. Masa tunggu mereka rata-rata enam bulan," kata Rektor Unipa, Ir. Angelinus Vicentius,M.Si, dalam sambutan wisuda, Sabtu (25/8/2018) siang di Aula Nawacita Maumere.

Angelinus menyebut tiga pilihan yang akan dihadapi setiap wisudawan yakni mencari kerja dan bekerja mengamalkan ilmu pengetahuan di dunia kerja.

Baca: Tersangka Kasus Penembakan Karot Belum Beberkan Peran Orang Lain

Berwirausaha n menciptakan lapangan kerja dan melanjutkan studi ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Namun apapun pilihan yang dijalani harus menjadi manusia yang sukses.

Ditegaskanya, tantangan yang dihadapi setiap perguruan tinggi mengembangkan ilmu pengetahuan dan menghasilkan lulusan semakin hari semakin berat.

Berat, karena tidak hanya dihadirkan oleh dinamika ilmu pengetahuan atau semakin ketatnya pasar tenaga kerja terhadap tuntutan lulusan dan kompetensi.

Tetapi tantangan dari kompetisi perguruan tinggi (PT) guna menjadi PT terbaik mengembangkan ilmu pengetahuan dan mencetak sarjana.

Anak didik jaman sekarang, kata Angelinus, dituntut lebih proaktif menguasai ilmu pengetahuan dan teknolgi, jauh diatas kurikulum yang diajarkan. Bahkan, tuntutan dunia kerja berlari lebih cepat dari ekspektasi kurikulum yang dirancang.

Menurut Angelinus, kondisi ini ikut menuntut Unipa terus benah diri. Unipa telah menerapkan sistim eletronik ekademik dan keuangan berbasis teknologi dan internet yang dikenal e-campus.

Dengan sistim ini mahasiswa dan dosen Unipa lebih mudah berbagi informasi akademik, materi perkuliahan, tugas-tugas, kemajuan studi serta berbagai urusan administrasi lainya. Sistim ini juga memudahkan dosen dan mahasiswa mengembangkan model pembelajaran n yang kratif dan inovatif.

"Ekspektasi yang dirancang adalah mahasiswa Unipa mengikuti perkuliahan secara maksimal dengan waktu lebih efisien, sehingga semua mahasiswa menyelesaikan kuliah dalam waktu 3,5 tahun sampai 4 tahun," ujar Angelinus. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved