Berita Regional

Viral Video Anggota TNI Tendang Petugas SPBU, Kodam Bukit Barisan Minta Maaf

Kodam I/Bukit Barisan membenarkan kejadian penganiayaan yang dilakukan seorang anggota TNI kepada seorang perempuan petugas SPBU di Tanjung Morawa

Viral Video Anggota TNI Tendang Petugas SPBU, Kodam Bukit Barisan Minta Maaf
KOMPAS.com/dok. Facebook
Video rekaman CCTV yang berisi aksi anggota TNI menendang seorang perempuan petugas SPBU di Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, beredar di media sosial. 

POS-KUPANG.COM - Kodam I/Bukit Barisan membenarkan kejadian penganiayaan yang dilakukan seorang anggota TNI kepada seorang perempuan petugas SPBU di Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) I/BB Letkol Inf Roy Sinaga memohon maaf atas tindakan dan ulah oknum anggota TNI tersebut. Kodam, lanjut dia, sedang mendalami masalah tersebut.

"Saya meminta maaf atas nama Kodam I/BB dan saya juga berharap hendaknya masyarakat juga dapat berkata-kata yang sopan dalam menegur seseorang terlebih para pengusaha penjual jasa," ucapnya, Kamis (23/8/2018).

Baca: Surabaya Jadi Tuan Rumah Startup Nations Summit 2018

Roy mengatakan, Kodam berharap kejadian tersebut tidak lagi terulang dan akan memberikan sanksi tegas kepada anggota yang terbukti melakukan pelanggaran.

"Sesuai aturan, semua anggota TNI sama dengan masyarakat umum dan tidak dibeda-bedakan. Dan apabila melanggar aturan akan dikenai sanksi," kata Roy.

Aksi brutal anggota TNI itu beredar di media sosial dalam bentuk rekaman CCTV di SPBU tersebut.

Penganiayaan diawali dengan cekcok antara wanita yang dibonceng anggota TNI tersebut dengan perempuan petugas SPBU. Belakangan terungkap, kejadian tersebut berlangsung di SPBU 14. 203.155 Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Pengawas SPBU, Jonson Sitorus mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Rabu (22/8/2018) sore. Saat itu, dia sedang berada di area belakang SPBU.

Jonson menyebutkan bahwa operator SPBU yang dianiaya itu berinisial A. Kasus itu sudah dilaporkan ke POM satu hari setelah kejadian.

"Ya namanya dipukul gitu, ya keluarganya tidak terima makanya dilaporkan. Dia itu (A) anak TNI juga sebenarnya, cuma bapaknya sudah meninggal," kata Jonson.

Pada Jumat pagi, A tidak terlihat di area SPBU. Jonson mengatakan A masih diperiksa oleh pihak POM.

Selain A, ada dua pegawai SPBU lain yang ikut diperiksa atas kasus ini, termasuk leader di SPBU dan seorang petugas keamanan berinisial D. Kedua orang itu saksi sekarang di POM karena saat kejadian mereka ada di lokasi. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved