Berita Gempa Lombok

Selamat Jalan Afni, Relawan Gempa Lombok yang Meninggal di Tengah Pengabdian

Relawan Palang Merah Indonesia (PMI), Afni Fastabiqul Strata Utama (26), asal Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, meninggal dunia

Selamat Jalan Afni, Relawan Gempa Lombok yang Meninggal di Tengah Pengabdian
KOMPAS.com
Warga memeriksa rumah mereka yang roboh di desa Sembalun, Pulau Lombok pada 20 Agustus 2018 setelah serangkaian gempa bumi dicatat oleh seismolog sepanjang 19 Agustus. 

POS-KUPANG.COM | MATARAM - Relawan Palang Merah Indonesia (PMI), Afni Fastabiqul Strata Utama (26), asal Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, meninggal dunia saat bertugas membantu masyarakat terdampak gempa Lombok.

Kepala Biro Humas PMI Pusat, Aulia Arriani mengatakan, Afni meninggal dunia pada Jumat (24/8/2018) pukul 07.30 Wita. Gugurnya Afni atau yang akrab disapa Tata ini adalah kali kedua PMI kehilangan relawannya yang tengah bertugas dalam operasi tanggap darurat gempa Lombok.

Tata bertugas di Lombok sejak 18 Agustus 2018 dan bergabung dalam Tim Water Sanitation Hygiene (WASH) PMI untuk bertugas selama satu bulan di Lombok.

Baca: 2 Bocah yang Ditelantarkan Positif Busung Lapar dan Alami Kencing Darah

Sukri menuturkan, pada Jumat pukul 06.15 Wita, almarhum sempat dibangunkan oleh seorang rekannya yang bersama-sama menempati Camp WASH PMI di Dusun Lokorangan, Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

"Kami terbiasa setiap pagi saling membangunkan teman-teman untuk sarapan, bersih-bersih, dan bersiap untuk bertugas. Saat dibangunkan, Tata saat itu masih sadar, tetapi ia kembali tidur. Saya pikir mungkin dia masih butuh tidur karena toh hari masih pagi," ujar Koordinator Tim WASH PMI, Sukri, saat dihubungi, Jumat.

Pukul 07.19 Wita, teman-temannya kembali membangunkan almarhum yang belum juga terbangun, namun saat itu mereka menyadari bahwa almarhum tidak ada respons dan sudah tidak ada denyut nadi.

Tim WASH lalu bergegas mengontak Tim Medis PMI yang berada di Posko PMI Rest Area Kayangan untuk meminta ambulans. Almarhum segera dibawa dengan ambulans PMI dan dirujuk ke Puskesmas Gangga, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara.

Dalam perjalanan menuju puskesmas, tim medis PMI sempat melakukan pijat jantung dan pengecekan ulang respons, tetapi sudah tidak ada tanda kehidupan.

Tim medis PMI memperkirakan almarhum sudah meninggal sejak di Camp WASH PMI. Tim dokter di Puskesmas kembali melakukan pemeriksaan, namun menyatakan almarhum sudah meninggal.

Puskesmas mengeluarkan pernyataan resmi bahwa Almarhum dinyatakan meninggal pukul 07.30 Wita. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved