Berita Kabupaten Belu

Riny Bangga Jadi Bagian Dari Sejarah

Tarian Likurai yang dibawakan putra dan putri Kabupaten Belu, Provinsi NTT saat upacara pembukaan Asian Games ke XVIII di Stadion Gelora Bung Karno

Riny Bangga Jadi Bagian Dari Sejarah
Riny Ratu Dabbo
Riny Marlince Ratu Dabbo,S.Pd.K 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM, ATAMBUA--Tarian Likurai yang dibawakan putra dan putri Kabupaten Belu, Provinsi NTT saat upacara pembukaan Asian Games ke XVIII di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta sudah tercatat dalam sejarah.

Salah satu anggota tarian Likurai Riny Marlince Ratu Dabbo,S.Pd.K merasa sangat bangga karena ia bagian dari sejarah itu.

Riny demikian sapaannya mengungkapkan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Jumat (24/8/2018). Perempuan kelahiran Atambua,19 Maret 1993 itu mengaku, dirinya sangat bangga karena dia terpilih sebagai salah satu penari likurai Asian Games dari sekian banyak guru muda di Kabupaten Belu. Alumni SMAN 1 Atambua itu bangga bisa mewakili Kabupaten Belu dan Provinsi NTT pada peristiwa bersejarah se Asia dan dunia itu.

Anak kedua dari pasangan Seprianus Ratu Dabbo,S.Th dan Welmince Nassa ini
menuturkan, ia bersama teman-teman mengikuti latihan empat bulan terhitung 18 April sampai 16 Agustus. Mereka dilatih Pius Fahik, Romo Delfi Abanit, Romo Xistus, Jhon Ati dan Frid Da Costa.

Alumni mahasiswa STAKN Kupang ini mengaku, selama latihan ada kesulitan karena harus menyesuaikan ragam pukulan likurai Belu, namun dengan semangat juang yang tinggi dalam berlatih, semuanya menjadi lincah dan sukses membawakan likurai hingga menghipnotis ratusan ribu penonton di Stadion GBK.

Perempuan yang hobi travelling ini mengharapkan kepada kaum mudah di Kabupaten Belu agar tetap menjaga dan melesetarikan budaya di tengah kemajuan zaman yang kian pesat ini. Likurai yang telah diwariskan nenek moyang harus tetap hidup dari generasi ke generasi.

Pemerintah juga diharapkan untuk terus menjaga dan melestarikan budaya likurai ini seperti mendirikan sanggar resmi sehingga generasi mudah yang ingin menyalurkan bakat dan ketrampilannya bisa belajar di sanggar. (*).

Baca: Menjelang Siang! Keadaan Dua Desa Pasca Bentrok Kondusif

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved