Berita Regional

Nikah Siri Berujung Maut, Korban Tewas Dikeroyok Kerabat Istri Kedua

Warga Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, digemparkan dengan peristiwa pembunuhan yang berlatar nikah siri.

Nikah Siri Berujung Maut, Korban Tewas Dikeroyok Kerabat Istri Kedua
KOMPAS.com/ABDUL HAQ
Aparat kepolisian di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan tengah menggelar olah TKP peristiwa pembunuhan yang berlatar belakang nikah siri, Kamis (23/8/2018). 

POS-KUPANG.COM | TAKALAR - Warga Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, digemparkan dengan peristiwa pembunuhan yang berlatar nikah siri.

Korban tewas dikeroyok oleh kerabat isteri keduanya yang baru seminggu dinikahi. Aparat kepolisian sendiri telah mengamankan enam tersangka pembunuhan pada Kamis (23/8/2018).

Peristiwa yang terjadi pada pukul 08.00 Wita di Dusun Borongkaramasa, Desa Barugaya, Kecamatan Polongbangkeng Utara ini menimpa Syarifuddin Daeng Ngajang (38).

Baca: Pelaku Penculikan Ini Dijerat Pasal Perlindungan Anak

Korban dikeroyok saat berada di rumah isterinya keduanya, Jumriati Daeng Rampu (30) yang baru seminggu dinikahinya secara siri.

"Korban ini baru satu minggu menikah. Keluarga isteri yang baru dinikahi ini marah karena tidak ada bukti surat nikah yang mereka pegang," kata Amiruddin, Lurah Sombala Bela, Kamis.

Jasad korban saat ini telah disemayamkan di rumah duka, Kelurahan Sombalabela, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar. Jenazah korban disambut histeris oleh pihak keluarga.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, kerabat isteri kedua korban tidak terima lantaran korban menikah secara siri yang dinilai melanggar adat.

"Motifnya adalah adat dimana keluarga isteri kedua korban merasa dipermalukan lantaran kerabatnya dinikahi oleh korban dengan cara dibawag tangan atau nikah siri," kata AKP Noorman Haryanto, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Takalar.

Korban tewas dengan luka tebasan golok pada leher belakang serta luka tikaman badik pada paha kanan. Aparat kepolisian sendiri saat ini telah mengamankan enam orang yang diduga pelaku pembunuhan. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved