Berita Provinsi NTT

Bentrok di Kabupaten Kupang, DPRD NTT Minta Pemkab Kupang Pulihkan Situasi

DPRD NTT meminta Pemkab Kupang segera melakukan pemulihan situasi di wilayah yang terjadi gesekan antar warga.

Bentrok di Kabupaten Kupang, DPRD NTT Minta Pemkab Kupang Pulihkan Situasi
Pos Kupang/Oby Lewanmeru
Anggota Komisi V DPRD NTT, Winston Rondo 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG - DPRD NTT meminta Pemkab Kupang segera melakukan pemulihan situasi di wilayah yang terjadi gesekan antar warga. Dalam jangka pendek perlu ada upaya perdamaian diantara kedua belah pihak.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD NTT, Winston Rondo, kepada POS-KUPANG.COM di Gedung DPRD NTT, Jumat (24/8/2018).

Winston dimintai tanggapan soal konflik yang terjadi di Oebelo, Kabupaten Kupang sejak Kamis (23/8/2018).

Baca: Bawaslu Manggarai Barat Segera Mediasi KPU dan PAN Terkait Sengketa DCS

Menurut Winston, gesekan yang terjadi itu sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu dan ibarat luka lama yang terluka kembali.

Karena itu, Winston mengatakan, jperlu ada langkah berani pemerintah setempat melakukan perdamaian.

"Saya kira untuk jangka pendek perlu ada langkah yang diambil pemerintah seperti perdamaian. Perlu ada pertemuan kedua pihak dan didorong untuk ada perdamaian walaupun sesaat saja, tetapi perlu diupayakan agar gesekan ini tidak meluas," kata Winston.

Selain itu, lanjutnya, pemulihan kondisi dengan mengerahkan aparat keamanan di sejumlah titik ini untuk mencegah melebarnya konflik.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kupang ini meminta harus ada mekanisme mencegah konflik yang perlu dibangun secara serius oleh pemerintah dan para tokoh agama serta tokoh masyarakat.

"Saya lihat persoalan ini bukan saja karena faktor anak muda yang duduk minum-minum minuman keras (miras) kemudian membuat kegaduhan saja, melainkan ada sejumlah persoalan sosial seperti air bersih, lahan garapan. Bahkan ada persoalan pencurian yang memicu konflik," ujarnya.

Dia mengatakan, perlu ada forum untuk memulihkan keadaan di Kabupaten Kupang.

"Saya berharap gereja dan LSM bisa terlibat untuk menuntaskan kasus ini. Saya juga sudah lama melihat fenomena ini. Jadi gereja dan LSM perlu mengambil bahagiannya," ujarnya.

Dia mengakui, perlu ada penanganan serius, karena bisa saja menyebabkan konlifk yang lebih luas dan terbuka, karena itu, tidak cukup aparat keamanan untuk menjaga keamanan di sana, tetapi betul-betul harus ada mekanisme pencegahan konflik yang serius.

"Bukan saja di Oebelo, tetapi di beberapa titik, perlu ada perhatian pemerintah setempat. Ini konflik horizontal, sehingga harus jadi perhatian semua elemen masyarakat," ujarnya. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help