Berita Nasional

Agus Gumiwang Tiba di Kantor Kemensos

Mensos Agus Gumiwang yang baru dilantik Presiden Joko Widodo pada Jumat sore tiba di kantor Kemensos pukul 18.23 WIB menghadiri serah terima jabatan.

Agus Gumiwang Tiba di Kantor Kemensos
(ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)
Menteri Sosial RI Agus Gumiwang yang mengenakan kemeja putih tiba di kantor Kementerian Sosial Jakarta, Jumat (24/8/2018) malam, untuk acara serah terima jabatan. 

POS KUPANG.COM -  Menteri Sosial RI Agus Gumiwang yang baru dilantik Presiden Joko Widodo pada Jumat sore tiba di kantor Kementerian Sosial pada pukul 18.23 WIB untuk menghadiri acara serah terima jabatan. 

Agus mengenakan kemeja putih. Setibanya di Kementerian Sosial, Agus disambut dan bersalaman dengan sejumlah para pejabat Kementerian Sosial.

Baca: Bawaslu Menerima Berkas Pemohon dan Termohon di Sidang Adjudikasi


Agus langsung masuk ke ruang menteri yang di dalamnya Idrus Marham telah menunggu. Pertemuan itu tertutup untuk diliput media. 

Acara serah terima jabatan akan dilakukan Idrus Marham yang menjadi menteri sosial sebelumnya kepada menteri sosial yang baru dilantik, Agus Gumiwang. 

Idrus Marham dilantik sebagai Menteri Sosial pada 17 Januari 2018 menggantikan Khofifah Indar Parawansa yang maju pada pemilihan gubernur Jawa Timur.

Tujuh bulan sejak menjabat menteri sosial, Idrus mengajukan pengunduran diri kepada presiden terkait surat pemberitahuan penyidikan terhadapnya berkenaan dengan perkara korupsi dalam proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap di Riau.

Kini, Idrus akan fokus pada kasus korupsi yang menjeratnya di Komisi Pemberantasan Korupsi. 

Idrus menyatakan permohonan pengunduran diri itu merupakan bentuk pertanggungjawaban moral kepada presiden RI dengan beberapa pertimbangan. 

Pertimbangan tersebut adalah untuk untuk menjaga kehormatan presiden yang selama ini dikenal sebagai pemimpin yang memiliki reputasi dan komitmen tinggi dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

Pertimbangan lain yakni agar penyidikan tersebut tidak menjadi beban bagi presiden dan mengganggu konsentrasi  kepala negara  dalam menjalankan tugas sehari-hari.

"Jadi kalau misal saya tersangka dan masih ini-itu kan tidak etis dan secara moral tidak bisa diterima," ujar Idrus. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved