Berita Labuan Bajo

Zona Pemanfaatan Perlu Dikembangkan

Salah satu generasi muda di Labuan Bajo Ludgerius Minus, menyampaikan bahwa zona pemanfaatan dalam Taman Nasional Komodo (TNK) perlu dikembangkan.

Zona Pemanfaatan Perlu Dikembangkan
istimewa
para aktivis dan petugas taman nasional komodo membongkar pagar lokasi pembangunan rest area di pulau rinca, rabu (22/8/2018) siang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM Servatinus Mammilianus

POS--KUPANG.COM, LABUAN BAJO- Salah satu generasi muda di Labuan Bajo Ludgerius Minus, menyampaikan bahwa zona pemanfaatan dalam Taman Nasional Komodo (TNK) perlu dikembangkan.

Pembangunan rest area di Pulau Rinca kata dia sangat dibutuhkan tetapi harus melalui kajian ilmiah dan memenuhi ketentuan undang-undang.

Baca: Pedagang Asal Kolaka Tewas Dibacok di Gunung Botak

"Pembangunan itu sangat dibutuhkan yang terpenting adalah sudah melalui kajian ilmiah dan yang lebih penting adalah sudah memenuhi ketentuan undang-undang, silahkan dibangun," kata

Baca: Pemkab Belu Bangun Monumen di Silawan

Ludgerius kepada POS--KUPANG.COM, Kamis (23/8/2018).
Dijelaskannya, pengelolaan zonasi pemanfaatan bertujuan untuk mendukung keberlanjutan ekosistem komodo, lingkungan masyarakat yang hidup di dalam kawasan dan makhluk hidup lain yang secara langsung maupun tidak langsung dapat mendukung kehidupan komodo itu sendiri.

"Saya empat tahun hidup berkeliling dalam wilayah TNK. Secara ril saya melihat kehidupan komodo dan masyarakat di sana sudah berpuluh-puluh tahun hidup berdampingan. Penduduk berkembang di wilayahnya sendiri dan komodo berkembang di wilayahnya sendiri," kata Ludgerius.

Menurut dia, penetapan zonasi didasarkan pada kajian secara ilmiah.
Dengan ketentuan bahwa zonasi inti tidak boleh dilalui.

"Di sisi lain ada namanya zona tempat masyarakat tinggal atau pemukiman. Nah di zona ini komodo tidak boleh masuk karena sangat mengganggu aktivitas warga, maka pemerintah mulai membuat pagar keliling kampung untuk menghindari komodo masuk kampung," kata Ludgerius.

Dia menambahkan, ada juga zona pemanfaatan. Di zona ini kata dia, banyak komodo berkeliaran, demikianpun manusia.

"Di zona ini orang-orang datang dari berbagai negara, salah satunya untuk tracking di zona ini," kata Ludgerius.

Dengan demikian kata dia, zona ini perlu dikembangkan tetapi harus memperhatikan beberapa hal.

Antara lain, konsep bangunannya seirama alam (bukan beton bertingkat).
Tenaga kerja yang dipakai 80% lokal. Sebesar 5% dari labah bersih dipergunakan untuk penguatan usaha lokal. Lokal dalam arti orang-orang yang hidup di kawasan TNK.

Kalau bisa ada share modal, diberi penyertaan modal sebesar 10% dari total modal yang diinvestasikan. Setiap 5 tahun ada peningkatan saham kepemilikan.(*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved