Berita Kabupaten TTS

Sidang Ketiga Sengketa PHP Pilbup TTS Berlangsung 5 Jam ! Ini yang Didengar

Sidang lanjutan sengketa perselisihan hasil pemilu ( PHP) Pilbup TTS kembali digelar, Selasa dengan agenda mendengarkan keterangan saksi selama 5 jam

Sidang Ketiga Sengketa PHP Pilbup TTS Berlangsung 5 Jam ! Ini yang Didengar
KOMPAS.COM
Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat. 

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE – Sidang lanjutan sengketa perselisihan hasil pemilu ( PHP) Pilbup TTS kembali digelar, Selasa (21/8/2018) pagi. Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan para saksi berlangsung selama 5 jam, mulai pukul 08.30 WIB hingga pukul 13.30 WIB.

Pantauan Pos Kupang melalui live streaming FB melalu akun Wim Messakh, dalam sidang tersebut majelis hakim MK mendengarkan keterangan dari para saksi pihak pemohon (paket Naitboho - Kase) , Saksi pihak termohon (KPU Kabupaten TTS) dan juga mendengarkan keterangan dari pihak terkait dalam hal ini Panwaslu Kabupaten TTS dan paket Tahun-Konay.

Baca: Presiden Bantu Sapi Seberat 800 kg ke Masjid Agung Baiturahman

Majelis hakim, Arif Hidayat sempat mempertanyakan saksi, Siprianus Liem dari pihak termohon terkait isi dalil gugutan apakah sudah dibaca atau belum? Hal ini ditanyakan karena keterangan yang diberikan oleh saksi tidak fokus pada dalil gugatan yang diajukan.

" Saudara sudah baca seluruh dalil gugutannya atau tidak. Coba saudara pengacara pihak pemohon perlihatan draft gugutannya kepada saksi. Sudah baca atau belum," tanya Hakim Arif.

Mendengar pertanyaan tersebut, Saksi, Siprianus hanya tertunduk tanpa mengeluarkan satu kata pun. Melihat saksi yang hanya tertunduk, Hakim Arif lantas bertanya sampai tiga kali.

Sudah baca atau belum dalil gugutannya. Setelah didesak, akhirnya Siprianus menjawab sudah. Hal ini sempat membuat hakim Arif kesal. Pasalnya, Hakim Arif hanya meminta jawaban sudah atau belum, tetapi saksi Siprianus nampak kesulitan menjawab pertanyaan tersebut.

Hakim Arif menilai, keterangan yang diberikan para saksi dari pihak pemohon tidak fokus terhadap dalil gugutan yang diajukan. Oleh sebab itu, Hakim Arif meminta para saksi dan pengacara pihak pemohon fokus pada dalil gugutan dan tidak melebar pada hal yang tidak ada dalam dalil gugutan.

Sementara Hakim Suhartoyo, sempat bertanya kepada pihak Panwaslu Kabupaten TTS terkait pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) yang hanya berlangsung di 7 TPS dari 12 TPS yang diusulkan untuk dilaksanakan PSU.

Berdasarkan keterangan Ketua Divisi Hukum Panwaslu Kabupaten TTS, Demetris Pitae alasan PSU hanya dilakukan di 7 TPS karena 5 TPS lainnya dugaan pemilih yang memilih lebih dari satu kali hanya satu orang.

Sedangkan di tujuh TPS lainnya dugaan pemilih menyalurkan hak suara lebih dari satu kali lebih dari satu pemilih. Sehingga ada selisih dua suara antara total perolehan suara dengan total pemilih yang menyalurkan hak suaranya.

" Sesuai regulasi apa yang dilakukan KPU benar," sebut Demetris.
Komisioner KPU TTS, Julius Efendi Litelnoni mengatakan, usai mendengarkan keterangan para saksi, sidang lanjutan sengketa PHP Pilbup TTS akan dilanjutkan pada Rabu ( 29/8/2018) pukul 08.30 WIB. Namun dirinya mengaku belum mengetahui agenda sidang selanjutnya.

" Tadi Ketua Majelis Hakim mengatakan sidang akan dilanjutkan pada 29 Agustus mendatang, tetapi untuk agendanya tidak disebutkan. Jadi kita menunggu undangannya saja," ujarnya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help