Berita Internasional

Jaksa Arab Saudi Menuntut Hukuman Mati Lima Aktivis Perempuan di Pengadilan Terorisme

Jaksa penuntut umum Arab Saudi dilaporkan menuntut hukuman mati untuk lima aktivis, termasuk pembela hak wanita Israa al-Ghomgham.

Jaksa Arab Saudi Menuntut Hukuman Mati Lima Aktivis Perempuan di Pengadilan Terorisme
BBC/Reuters
Human Rights Watch mengatakan tuntutan jaksa terhadap aktivis perempuan Arab Saudi "menetapkan preseden berbahaya". 

POS-KUPANG.COM - Jaksa penuntut umum Arab Saudi dilaporkan menuntut hukuman mati untuk lima aktivis, termasuk pembela hak wanita Israa al-Ghomgham.

Human Rights Watch (HRW) mengatakan mereka baru-baru ini diadili di pengadilan terorisme dengan tuduhan termasuk "berpartisipasi dalam protes" di wilayah Qatif yang bergolak.

Ini telah menjadi tempat demonstrasi oleh komunitas minoritas Muslim Syiah.

Ghomgham diyakini sebagai wanita Saudi pertama yang mungkin menghadapi hukuman mati untuk pekerjaan terkait hak.

Baca: BTS Promosikan Album Barunya Love Yourself Secara Singkat, Agensi Mengonfirmasi

HRW memperingatkan bahwa itu memberikan "preseden berbahaya bagi aktivis perempuan lain yang saat ini berada di balik jeruji besi" di kerajaan Teluk.

Setidaknya 13 pembela hak asasi manusia dan aktivis hak-hak perempuan telah ditangkap sejak pertengahan Mei, dituduh melakukan kegiatan yang dianggap berisiko bagi keamanan nasional. Beberapa orang telah dibebaskan, tetapi yang lain tetap ditahan tanpa dakwaan.

Human Rights Watch mengatakan tuntutan jaksa terhadap aktivis perempuan Arab Saudi
Human Rights Watch mengatakan tuntutan jaksa terhadap aktivis perempuan Arab Saudi "menetapkan preseden berbahaya". (BBC/Reuters)

HRW mengatakan Ghomgham adalah seorang aktivis yang terkenal karena berpartisipasi dan mendokumentasikan protes massal yang telah terjadi di Qatif sejak 2011.

Anggota komunitas Syiah telah turun ke jalan untuk mengeluh tentang diskriminasi yang mereka katakan yang mereka hadapi dari pemerintah yang dipimpin Sunni.

Baca: Ketika Isterinya Sering Mengeluh Capek, Tukang Ojek di Kupang Lampiaskan Hasratnya Dengan Cara ini

Ghomgham dan suaminya dilaporkan ditangkap pada Desember 2015, dan mereka telah ditahan di penjara Dammam's al-Mabahith sejak saat itu.

Arab Saudi membekukan hubungan perdagangan Kanada untuk mendesak pembebasan aktivis

Halaman
12
Penulis: Agustinus Sape
Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help