Berita Kota Kupang

Ini Makna Berkurban Menurut Imam Mesjid Raya Nurussa'adha Kota Kupang

Imam Mesjid Raya Nurussa'adha Kota Kupang, H. Mohdjafar mengatakan, umat muslim wajib berkurban pada saat hari raya Idul Adha.

Ini Makna Berkurban Menurut Imam Mesjid Raya Nurussa'adha Kota Kupang
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Imam Mesjid Raya Nurussa'adha Kota Kupang, H. Mohdjafar. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Imam Mesjid Raya Nurussa'adha Kota Kupang, H. Mohdjafar mengatakan, umat muslim wajib berkurban pada saat hari raya Idul Adha. Sebab, berkurban merupakan satu perintah yang sudah ada sejak Nabi Adam.

" Lalu oleh Nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah SWT supaya mengurbankan anaknya dan dia sampailan kepada anaknya. Dan anaknya begitu sabar dan pasrah untuk dijadikan kurban oleh ayahnya," ungkap H. Mohdjafar di Mesjid Raya Nurussa'adha Kupang, Rabu (22/8/2018)

H. Mohdjafar mengatakan, dengan keiklasan dari keduanya itu, maka akhirnya Allah SWT menggantikan dengan kibas. Menurutnya, hal itu berarti bahwa orang-orang yang mampu disuruh berkurban untuk sesama umat yang membutuhkan.

Baca: Gua Alam Fatukanutu Menyimpan Misteri Sejarah Peradaban Manusia

" Berkurban untuk peduli kepada mereka yang membutuhkan. Jadi berkurban itu ada tiga manfaat. Manfaat pertama yakni manfaat sosial. Jadi dengan berkurban kita sudah membantu mereka yang kurang mampu," ungkapnya.

Kedua, ungkap H. Mohdjafar, adalah manfaat dari aspek akida. Dari aspek akidah, keimanan dari seseorang yang telah berkurban kepada masyarakat yang kurang mampu dapat bertambah.

" Ketiga dari sisi sejarah, maka dengan sendirinya orang yang berkurban itu mengangkat sejarah keberadaan kurban yang sudah ada sejak dahulu. Sehingga orang-orang tau bahwa berkurban sudah ada sejak Nabi Adam," jelasnya.

Manusia sebagai sesama umat Allah SWT, harap H. Mohdjafar, harus saling berkurban terhadap sesama manusia lain. Menururnya, apa yang dimiliki saat ini harus dikurbankan untuk kepentingan banyak orang.

" Untuk kepentingan mereka yang susah, sehingga baik dari aspek sosial, akidah, dan sejarah dapat terpenuhi. Jadi harapan saya bahwa mereka yang berpunya bisa berkurban bagi sesama yang membutuhkan," ungkapnya.

Selain itu, tambah H. Mohdjafar, berkurban berarti membantu sesama warga sebangsa setanah air yang saat ini sedang membutuhkan. Dengan begitu, sebagai sesama warga negara, maka akan dapat saling menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help