Berita Kabupaten Ngada

Ikatan Keluarga Ngada-Mbay Kunjungi Korban Musibah Kebakaran Gurusina

Dukungan moril dan materil terus mengalir bagi korban musibah kebakaran di Kampung Gurusina Desa Watumanu Kecamatan Jerebu'u Kabupaten Nagekeo.

Ikatan Keluarga Ngada-Mbay Kunjungi Korban Musibah Kebakaran Gurusina
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Suasana kunjungan Keluarga Ngada-Mbay di Kampung Adat Gurusina Jerebu'u Kabupaten Ngada, Rabu (22/8/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Dukungan moril dan materil terus mengalir bagi korban musibah kebakaran di Kampung Gurusina Desa Watumanu Kecamatan Jerebu'u Kabupaten Nagekeo.

Rupanya semua orang sangat prihatin atas kejadian yang menghanguskan kurang lebih 27 rumah adat milik warga Gurusina beberapa waktu lalu.

Dukungan dan bantun bagi korban musibah datang dari Ikatan Keluarga Ngada di Mbay.

Baca: Tim Kesehatan Hewan Siaga di Masjid Daarul Hijrah Kolhua Kupang, Ini Tujuannya

Ikatan Keluarga Ngada-Mbay " Su'u Papa Suru, Sa'a Papa Laka" mengunjungi Kampung Adat Gurusina, Rabu (22/8/2018).

Kedatangan mereka rupanya memberikan motivasi dan semangat kepada korban kebakaran.

Selain itu bagian dari bentuk kepedulian sosial dan rasa solidaritas yang tinggi kepada sesama yang mengalami musibah.

Ketua Ikatan Keluarga Ngada_mbay
"Su'u Papa Suru, Sa'a Papa Laka", Joseph Resa, mengaku kehadiran keluarga besar Ngada di Mbay memberikan motivasi dan mengurangi beban bagi warga Gurusina.

"Kehadiran kami disini sebagai rasa solidaritas dan rasa kekeluargaan kami terhadap saudara-saudara kwluarga kita disini (Gurusina) selain aksi solidaritas kami merasa bahwa ada ikatan emosional juga yang kami rasakan, untuk itu kami tetap berharap rasa kekeluargaan dari semua pihak. Sukamu suka ku duka mu duka ku," ujar Joseph.

Anggota Ikatan Keluarga Ngada-Mbay, Ermelinda Milo Buku, mengaku, Ikatan Keluarga Ngada-Mbay prihatin terhadap musibah yang dialami.

Sehingga pihaknya datang memberikan bantuan walaupun tidak seberapa. Tapi itu wujud kepedulian dan rasa solidaritas yang tinggi serta rasa keprihatinan kepada sesama yang mengalami musibah.

"Rasa keprihatinan kami memberikan sedikit apa yang kami punya. Untuk membangun kembali rumah adat tidak mudah. Mereka masih sangat membutuhkan bantuan dari berbgai pihak," ujar Ermelinda. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved