Berita Regional

Erikson, Bocah Penemu Air Terjun Wai Marang di Sumba

"Erik, Erik, sini temani kakak ini berdua ke bawah (air terjun)," panggil pengedara mobil kami di Sumba, Ae, saat mengunjungi Desa Wai Marang.

Erikson, Bocah Penemu Air Terjun Wai Marang di Sumba
Kompas.com/Silvita Agmasari
Erikson (13), penemu Air Terjun Wai Marang di Sumba Timur, NTT. 

Air Terjun Wai Marang lantas dikelola oleh keluarga Erik. Ia memandu, sang bapak membuka jalur dan mengurus lahan parkir, ibunya membuka warung untuk wisatawan bersantai.

Tidak dipungut biaya untuk masuk ke Wai Marang, keluarga Erik hanya memungut biaya parkir per mobil Rp 10.000.

Erik juga tidak mematok tarif memandu untuk trekking menuju air terjun Wai Marang. "Kalau mau jalan sendiri juga bisa tinggal ikuti jalur saja," kata Erik.

Air terjun Wai Marang juga yang mempertemukan Erik dengan idolanya, yakni anggota band Slank. Suatu hari datanglah Kaka dan Bim Bim sekeluarga ke Wai Marang. Erik yang menyukai lagu Slank awalnya tidak sadar jika tamu yang ia antar adalah personel band Slank.

Sampai pada akhir perjalanan ia baru diberi tahu. "Saya suka lagu-lagunya mereka, saya penggemarnya (Slankers)," cerita Erik.

Selesai memandu sang idola, Erik diminta menyanyikan lagu Slank kesukaan. Bonus untuk Erik, tidak hanya diberi upah memandu yang cukup besar tetapi juga bubuhan tanda tangan. Sebuah bendera lambang Slank yang ditempel di dinding depan rumah menuju Air Terjun Wai Marang, menjadi penunjuk kalau itu adalah rumah keluarga Erik.

Air Terjun Wai Marang kini menambah pundi rezeki keluarga Erik dan siapa sangka mempertemukan bocah Sumba dengan idolanya dari ibu kota. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved