Berita Lifestyle

Apa yang Membuat Pria Punya Penis Kecil?

Ukuran penis adalah sumber keingintahuan sekaligus kegelisahan para pria. Banyak yang bertanya apakah miliknya sudah cukup oke.

Apa yang Membuat Pria Punya Penis Kecil?
KOMPAS.com/GoneWithTheWindStock
Ilustrasi ukuran Mr P 

Kondisi ini disebut buried penis, atau penis terkubur. Selain itu, penis kecil juga bisa disebabkan oleh kondisi yang disebut inconspicuous penis alias penis tersembunyi. Kondisi ini membuat sulit untuk membedakan di mana ujung buah zakar berakhir dan pangkal penis dimulai, karena buah zakar terhubung ke bagian bawah penis sehingga menyebabkan penis tertarik ke dalam.

Kedua kondisi di atas lebih umum ditemukan dibandingkan dengan penyebab penis kecil yang sebenarnya, yaitu kelainan genetik.

Penis mulai berkembang di rahim saat janin berusia 8 minggu sampai ke-12. Selama trimester dua dan tiga, hormon seks pria akan membuat penis bertumbuh ke panjang normalnya.

Pada umumnya, bayi laki-laki lahir dengan panjang penis antara 2,8 sampai 4,2 sentimeter panjangnya dengan keliling 0,9 sampai 1,3 sentimeter.

Namun, faktor-faktor yang mengganggu produksi hormon dan kinerja hormon selama dalam kandungan - seperti hipogonadisme hipogonadotropik alias kekurangan testosteron - akan mengerdilkan pertumbuhan penis.

Bayi yang terlahir dengan mikropenis memiliki penis sepanjang kurang lebih 1,9 sentimeter. Bagaimana dokter mendiagnosis mikropenis? Dokter mendiagnosis mikropenis pada bayi dengan pemeriksaan fisik. Kemudian, mereka akan merujuk pasien ke spesialis lain seperti: Ahli urologi anak, yang menangani masalah saluran kencing dan saluran kelamin laki-laki.

Ahli endokrinologi pediatrik, yang menangani masalah yang berkaitan dengan gangguan hormon anak. Apa dampaknya jika punya penis kecil? Memiliki penis kecil dapat menyebabkan beberapa masalah, termasuk sulit buang air kecil dan melakukan hubungan seksual.

Secara psikologis, mikropenis dapat membuat pria stres dan minder, hingga bahkan mungkin menyebabkan depresi. Beberapa pria yang memiliki mikropenis juga dilaporkan memiliki jumlah sperma rendah yang bisa memengaruhi kesuburannya.

Jika mikropenis didiagnosis sebagai akibat dari defisiensi hormon pertumbuhan atau testosteron, dokter akan merekomendasikan terapi hormon untuk memfasilitasi pertumbuhan penis lebih optimal. Namun, cara ini juga harus mempertimbangkan: Usia bayi, kesehatan secara umum, dan riwayat kesehatannya.

Seberapa parah kondisi mikropenisnya. Reaksi tubuh terhadap pengobatan dan prosedur medis tertentu. Keinginan dan harapan orangtua. Terapi hormon dilaporkan dapat membantu anak dan remaja laki-laki mencapai ukuran penis normal ketika beranjak dewasa nanti.

Halaman
123
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help