Berita Internasional

Italia Ahirnya Mengizinkan Kapal Berisi Pengungsi Berlabuh

Italia akan mengizinkan kapal penjaga pantai pembawa 177 pengungsi, yang diselamatkan lima hari lalu, berlabuh di Sisilia, mengakhiri kebuntuan

Italia Ahirnya Mengizinkan Kapal Berisi Pengungsi Berlabuh
(ANSA)
Dokumen foto seorang polisi Italia menolong bayi pengungsi yang menaiki kapal kecil dari Libya menuju perairan Italia. Perdana Menteri Italia Paolo Gentiloni dan Perdana Menteri Libya Fayez As-Serraj menandatangani kesepakatan arus migran dan pengungsi mulai dari Pantai Libya ke Italia, Kamis (2/2/2017).

 POS KUPANG.COM -  Italia akan mengizinkan kapal penjaga pantai pembawa 177 pengungsi, yang diselamatkan lima hari lalu, berlabuh di Sisilia, mengakhiri kebuntuan dengan Malta, kata menteri transportasi pada Senin.

Meskipun demikian, tidak jelas kapan dan apakah pengungsi itu akan diizinkan turun.

Komisi Eropa juga mengatakan berusaha mencari penyelesaian untuk membagi pengungsi di kapal Diciotti dengan mitra Italia di Uni Eropa sesudah Italia mengajukan permintaan pada hari sebelumnya.

Baca: BREAKING NEWS: Mayat tanpa Identitas ditemukan di Dermaga Nusantara Tenau Kupang

"Kapal Diciotti akan berlabuh di Catania," kata Menteri Transportasi Danilo Toninelli di Twitter tanpa menyebutkan kapan. "Sekarang, Eropa harus cepat melakukan tugasnya."

Tapi, tidak lama kemudian, sumber Kementerian Dalam Negeri menyatakan Menteri Dalam Negeri Matteo Salvini belum memberikan izin untuk kapal itu berlabuh. Ia menunggu jaminan bahwa pengungsi tersebut akan pergi ke tempat lain. Sumber itu, menurut Reuters, menyatakan mereka tidak akan turun sebelum itu.

Sejak menjabat pada Juni, Salvini dan Toninelli memperkuat sikap untuk memungkinkan kapal berlabuh di pelabuhan Italia pada saat rasa benci pendatang meningkat di Italia.

Diciotti menyelamatkan 190 pengungsi pada Rabu dari perahu penuh sesak di laut lepas.

Patroli pantai itu segera membawa 13 dari mereka ke Italia untuk perawatan darurat, tapi bukannya membawa sisanya ke pantai, Diciotti tinggal di perairan antarbangsa, sementara Roma bersikeras bahwa Malta harus menerima mereka karena kapal pengungsi itu pertama melewati daerah pencarian dan penyelamatannya.

Tapi, Malta menyatakan pengungsi itu menolak bantuannya karena mereka ingin ke Italia. Pada Minggu, Toninelli menyatakan negara pulau kecil itu harus dihukum karena tidak melakukan penyelamatan.

Sesudah lebih dari 650.000 kedatangan di pantai Italia sejak 2014, Salvini berulang kali menyatakan negaranya tidak akan lagi menjadi kampung pengungsi Eropa dan meminta mitra di Uni Eropa berbagi beban.

Arus melintasi laut Tengah dari Libya ke Italia -salah satu jalur utama ke Eropa- berkurang karena unsur di Libya menindak penyelundup orang dan ketika Uni Eropa mendukung patroli pantai Libya.

Tapi, orang masih sekarat di laut dan musim panas adalah musim puncak bagi pengungsi, yang mencoba menyeberang, sering memadati kapal tidak layak laut.

Brussel menyatakan melakukan pembicaraan dengan negara Uni Eropa yang akan mengambil "orang Diciotti", tapi menolak menyebut negara yang dilibatkan dan kapan bantuan diberikan. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved