Berita Internasional

Ijazah Ditahan Saat Masuk Kerja, Anda Bisa Menolaknya. Ini Dasar Hukumnya

Ijazah Ditahan Saat Masuk Kerja, Anda Bisa Menolaknya. Ini Dasar Hukumnya

Ijazah Ditahan Saat Masuk Kerja, Anda Bisa Menolaknya. Ini Dasar Hukumnya
KOMPAS.com/Abba Gabrillin
Ignatius Ryan Tumiwa (48), seorang penderita depresi, saat menunjukan photo copy ijasah kelulusan dari Pascasarjana UI tahun 1998, Senin (4/8/2014). 

POS-KUPANG.COM - Ijazah Ditahan Saat Masuk Kerja, Anda Bisa Menolaknya. Ini Dasar Hukumnya

Banyak perusahaan yang menahan ijazah karyawannya.

Saat ini ditengarai masih banyak perusahaan yang menahan ijazah karyawannya.

Sebetulnya, bolehkah perusahaan menahan ijazah karyawan?

Baca: Intip Ramalan Zodiak Besok Rabu 22 Agustus-Taurus Ungkap Pengagum Rahasia, Capricorn Jangan Ragu

Baca: Suka Minuman Bersoda Manis? Ini Kisah Hidup John Pemberton Tokoh Dunia Penemu Coca-cola

Baca: Nagita Slavina Terlihat Kenakan Hand Bag Berharga Fantastis Saat Liburan ke Singapura

Ilustrasi
Ilustrasi (intisari online)

Dilansir intisari online.com menyebutkan, Berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan disebutkan, tidak ada aturan yang membolehkan perusahaan menahan surat-surat berharga milik karyawan, termasuk ijazah.

Kalau perusahaan nekat, itu artinya melanggar hukum.

Sebetulnya, hukum ketenagakerjaan di Indonesia tidak mengatur tentang penahan ijazah ini.

Akan tetapi, dalam beberapa kasus tindakan itu diperbolehkan.

Alasannya, adanya kesepakatan antarkedua belah pihak.

Kesepakatan itu kemudian dituangkan dalam perjanjian kerja yang mengikat karyawan dengan perusahaan dalam hubungan kerja, baik secara lisan maupun tertulis.

Baca: Reuni Keluarga Korea: Kisah Orang-orang Terkasih yang Terpisah, Lihat Foto-foto Mereka

Baca: Reuni Dua Korea, Tangis Iringi Pertemuan Ibu dengan Putranya yang Terpisah 68 Tahun

Baca: Pro Kontra Aksi Terbang Presiden Jokowi Pakai Moge, Deddy Corbuzier Beri Contoh Ratu Elizabeth

poskupangcom
instagram.com/poskupangcom

Artinya, penahanan ijazah oleh perusahaan diperbolehkan selama ada kesepakatan antarkedua belah pihak, yakni karyawan dengan pemberi kerja dan masih terikat dalam hubungan kerja.

Halaman
12
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help