2018 Asian Games

Dua Menit, Satu Tendangan, Satu Gol

Melihat skuatnya sudah unggul 2-1 atas tim nasional U-23 Hong Kong sampai menit ke-90+2 di laga Grup A sepak bola putra Asian Games 2018

Dua Menit, Satu Tendangan, Satu Gol
(ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Pemain Timnas Indonesia U-23 Hanif Sjahbandi (kiri) menggiring bola dibayangi pemain Timnas Thailand U-23 Tanasith Siripala dalam pertandingan uji coba di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/6/2018) malam. 

POS KUPANG.COM - - Melihat skuatnya sudah unggul 2-1 atas tim nasional U-23 Hong Kong sampai menit ke-90+2 di laga Grup A sepak bola putra Asian Games 2018, Senin (20/8), pelatih timnas U-23 Indonesia Luis Milla memutuskan untuk bermain bertahan.

Pelatih asal Spanyol itu lalu menarik keluar penyerang Alberto Goncalves dan memasukkan gelandang bertahan Hanif Sjahbandi. Keputusan itu terbukti tepat.

Baca: BREAKING NEWS: Mayat tanpa Identitas ditemukan di Dermaga Nusantara Tenau Kupang


Di sisa pertandingan yang digelar di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, Jawa Barat itu kerja sama Hanif dengan Zulfiandi sebagai jangkar cukup apik dan mencegah Hong Kong menambah gol.

Dan, tepatnya di menit ke 90+4, atau dua menit setelah masuk ke lapangan, sejarah bagi Hanif terjadi. Semuanya berawal dari pergerakan Stefano Lilipaly di sisi kiri pertahanan Hong Kong dan mengirimkan umpan silang ke kotak penalti.

Hanif Sjahbandi yang tiba di depan gawang usai berlari nyaris setengah lapangan menyambut bola itu dengan tendangan. Kiper Hong Kong Yuen Ho Chun gagal mengantisipasinya. Gol pun tercipta.

Itu adalah gol pertama Hanif Sjahbandi di Asian Games XVIII 2018. Catatan lain, tendangan yang dilakukan Hanif untuk gol itu adalah satu-satunya tendangan yang dilepaskannya ke gawang kontra Hong Kong. Satu tendangan, satu gol. Efektif.

Atlet kelahiran Bandung, 7 April 1997 itu tentu saja menyambut gembira golnya. Namun, tak lantas dia membusungkan dada. Sebab bagi pria bernama lengkap Hanif Abdurrauf Sjahbandi itu, yang paling penting adalah timnya menang.

"Alhamdulillah saya dapat membantu tim meraih kemenangan. Semoga ke depan kami bisa meraup kemenangan-kemenangan lainnya," tutur pesepak bola yang berlaga untuk klub Arema FC di Liga 1 Indonesia tersebut.

Sedikit bercerita, sebelum masuk ke lapangan Hanif mengaku diberikan instruksi khusus oleh Luis Milla yang meminta dia membantu pertahanan sekaligus menyerang.

"Kebetulan tenaga saya baru, jadi ikut membantu serangan," tutur Hanif.

Hanif Sjahbandi sendiri sejatinya bukan pilihan utama Luis Milla di skuat timnas U-23 Indonesia. Di posisinya, dia kalah bersaing dengan Zulfiandi, Evan Dimas dan Muhammad Hargianto.

Di Asian Games 2018, dia baru bermain dua kali dari empat pertandingan. Selain saat melawan Hong Kong, dia tampil selama sembilan menit kala timnas U-23 Indonesia menaklukkan Laos dengan skor 3-0.

Namun, penampilannya saat menghadapi Hong Kong membuktikan bahwa Hanif bisa memberikan yang terbaik jika diberikan kesempatan. Hal ini tentunya penting bagi skuat Garuda Muda, julukan timnas U-23 Indonesia, yang membutuhkan semua pemain dalam kondisi terbaik untuk mengarungi 16 besar Asian Games 2018.

Tim nasional U-23 Indonesia sendiri berhasil melaju ke babak 16 besar Asian Games 2018 sebagai juara Grup A usai menaklukkan timnas U-23 Hong Kong dengan skor 3-1 di laga terakhir Grup A yang berlangsung di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, Jawa Barat, Senin.

Dalam pertandingan tersebut, Indonesia tertinggal terlebih dahulu setelah bek timnas U-23 Hong Kong Lau Hok Ming menorehkan gol di menit ke-39.

Garuda Muda baru bisa membalikkan kedudukan di babak kedua melalui gol Irfan Jaya (menit ke-46), Stefano Lilipaly (85') dan Hanif Sjahbandi (90+4').

Di perdelapanfinal, Indonesia akan menghadapi Uni Emirat Arab, Jumat (24/8) di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, mulai pukul 16.00 WIB (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help