Berita Kota Kupang

Warek 1 Undana: Pengaturan Ruang Kuliah Prodi Teknik Pembuatan Tenun Ikat Tupoksi Dekan FST

Pengaturan ruang kuliah bagi mahasiswa Program Studi Pembuatan Tenun Ikat merupakan kewenangan dan Tupoksi Dekan FST.

Warek 1 Undana: Pengaturan Ruang Kuliah Prodi Teknik Pembuatan Tenun Ikat Tupoksi Dekan FST
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Dr. drh. Maxs E. U. Sanam, M.Sc, Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Dr. drh. Maxs E. U. Sanam, M.Sc, Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang mengatakan pengaturan ruang kuliah bagi mahasiswa Program Studi Pembuatan Tenun Ikat merupakan kewenangan dan Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) Dekan Fakultas Sains dan Teknik (FST).

"Prodi Teknik Pembuatan Tenun Ikat kan satu prodi di FST, dia (dekan FST) akan mengatur ruang kuliah yang mana, jam berapa perkuliahannya. Kami tidak sampai ke sana menentukan ruangan dan lain sebagainya itu kewenangan dekan," tegas Maxs ketika di temui di ruang kerjanya di gedung rektorat baru Jl Adisucipto, Penfui Kota Kupang, Senin (20/8/2018).

Baca: Gerindra Berikan Kursi Wagub DKI ke PKS jika Anies Mau Jadi Kader

Saat ditanya terkait perkembangan penerimaan mahasiswa baru Prodi Teknik Pembuatan Tenun Ikat tersebut, Maxs menjelaskan pihaknya masih menunggu informasi dan perkembangannya dari pihak FST Undana yang sebelumnya memberitahu bahwa FST Undana tengah mencari alternatif untuk mendapatkan mahasiswa baru melalui kerja sama dengan sekolah (SMK) di Kota Kupang yang memiliki jurusan kerajinan dan tenun ikat sehingga dapat melanjutkan studi di Prodi D3 Teknik Pembuatan Tenun Ikat Undana.

"Nah, mereka tengah memobilisir alumninya supaya dapat diarahkan masuk ke Prodi Tenun ikat ini," jelasnya.

Dikatakannya, jika telah ada kerja sama tersebut, pihak rektorat akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) khusus karena penerimaan mahasiswa baru prodi tersebut bukan melalui jalur Seleksi Mandiri Masuk Undana (SMMU).

"Ini kan penerimaan di luar jalur mandiri lagi. Ini jalur khusus, kenapa kita buat jalur khusus lagi, kita memberikan waktu supaya ada pendaftaran baru sehingga memenuhi Class size minimum kalau IPA itu 30 orang kalau IPS itu kan 45. Kan sekitar 40 sudah cukup baik," ungkapnya.

Ia mengungkapkan, prodi tersehut saat penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SMMU hanya mendapat lima orang pendaftar dan menurutnya tidak efisien sebagai satu rombongan belajar sehingga diusahakan berbagai alternatif untuk menambah jumlah mahasiswa.

Saat ditanya jika rombongan kelas Prodi Pembuatan Tenun Ikat tersebut tidak mencapai kuota satu kelas ideal yakni 40 mahasiswa Maxs mengatakan, aktivitas akademik tetap akan dijalankan.

"Kita optimis saja tetap dijalankan berapa orang itu, hanya masalahnya mungkin kita keterlambatan informasi itu kemarin sehingga masyarakat umum tidak tahu prodi ini," katanya

Sementara itu, Piter Ly. S.Pt, Kepala Sub Bagian Pendidikan dan Evaluasi Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan Perencanaan dan Sistem Informasi (BAAKPSI) Undana Kupang ditemui di ruang kerjanya mengatakan, pihak FST Undana baru memasukkan 33 daftar nama usulan sebagai calon mahasiswa Prodi Teknik Pembuatan Tenun Ikat.

"Ini (daftar nama) mereka (FST Undana) baru kirim, atas arahan pimpinan mereka akan dibuatkan SK (Surat Keputusan) tersendiri, pembuatan SK itu selesai, mereka regis baru dikatakan sebagai mahasiswa," ungkapnya

"Kan kita bisa saja nyatakan ia lulus, tapi dalam perjalanan beberapa hari dia bisa tarik diri karena belum regis," tambahnya (*)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved