Berita Pendidikan

SMAK Regina Pacis Bajawa Peduli Korban di Kampung Adat Gurusina

Kedatangan civitas akademika SMA Katolik Recis Bajawa sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap korban kebakaran Kampung Adat Gurusina.

SMAK Regina Pacis Bajawa Peduli Korban di Kampung Adat Gurusina
Gordi Donovan
SMAK Regina Pacis Bajawa Peduli Korban Kebakaran di Gurusina 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordy Donovan

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Keluarga besar Sekolah Menengah Atas (SMA) Katolik Regina Pacis (Recis) Bajawa, Kabupaten Ngada, menyambangi Kampung Adat Gurusina, Desa Watumanu, Kecamatan Jerebu'u, Kamis (16/8/2018). Civitas akademika sekolah mulai dari kepala sekolah, guru, pegawai dan OSIS Recis turun ke Kampung Adat Gurusina.

Kedatangan civitas akademika SMA Katolik Recis Bajawa sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap korban kebakaran Kampung Adat Gurusina.

Mereka membawa barang-barang, seperti sepatu sekolah sebanyak 21 pasang, buku tulis sebanyak 40 pak, alat tulis-menulis sebanyak 12 dos, beras 500 kg, gula pasir sebanyak 2 karung, seragam SD sebanyak 28 pasang, tepung kopi sebanyak 10 kg, selimut dan pakaian.

Baca: Mendikbud Telusuri Pawai Taman Kanak-Kanak Kontroversial Probolinggo

Keluarga besar SMAK Recis, tiba di Gurusina tepat pukul 11.00 Wita.
Kepsek SDI Gurusina, Apolonius Dopo, mengatakan Kampung Adat Gurusina berdiri tahun 1930. Sejak berdirinya, nilai yang tetap dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat adalah gotong royong, saling tolong, dan saling melayani.

Hal tersebut, kata Dopo, terbuk hingga saat ini dimana warga Kampung Adat Gurusina tetap solid dalam satu semangat juang. Musibah kebakaran Kampung Adat Gurusina tidak membuat masyarakatnya terpecah, saling iri hati dan curiga.

Namun sebaliknya, kata Dopo, mereka meyakini musibah kebakaran tersebut justru melahirkan semangat kolektif yang lebih kuat lagi sembari berefleksi terhadap pesan dan makna di balik musibah kebakaran kampung tersebut.

Baca: KMP Inerie II Hari Ini Kembali Berlayar Dengan Rute Kupang-Aimere-Waingapu

Selain SMAK Recis Bajawa yang memberi bantuan, hingga saat ini sudah 55 lembaga, baik sekolah, parpol, lembaga kesehatan, rumah baca, dinas-dinas pemerintahan, polri, tentara maupun lembaga LSM yang datang berbagi kasih.

Kepala SMAK Recis Bajawa, Rinu Romanus, menegaskan kebakaran Kampung Adat Gurusina adalah musibah atau bencana bersama. Karena itu, semua pihak harus terlibat.

"Untuk SMAK Recis, lembaga ini mendidik anak bukan untuk pintar tapi mejadi pribadi berkarakter. Yang berkarakter artinya anak-anak akan memiliki hati dan pikiran yang peka dengan situasi. Jangan hanya ajar untuk pintar otak tapi harus pintar hati yang berjiwa sosial," ujar Romanus. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved