Melancong ke Jepang Intip Dapur Perakitan Truk Isuzu, Ini yang Dilakukan Pengusaha Asal Rote Ndao

Melalui Program Cust Eco Driving yang diusung IAMI, Henry bersama 28 orang lainnya dari Indonesia melancong ke Negeri Sakura.

Melancong ke Jepang Intip Dapur Perakitan Truk Isuzu, Ini yang Dilakukan Pengusaha Asal Rote Ndao
ISTIMEWA
DI SAPPORO-Henry di Isuzu Circuit Sapporo-Jepang. Di sirkuit yang memiliki tikungan dengan sudut kemiringan 42 derajat ini, Henry menjajal truk Isuzu Giga. 

Selain mengikuti test drive, diakui Henry, pada saat seminar mereka dibekali pengetahuan mulai dari menjaga kecepatan maksimal truk, tidak menggunakan putaran mesin tinggi, sebisa mungkin menggunakan gigi yang lebih tinggi, menggunakan engine brake yang efektif, kecepatan truk yang konstan, dan meminimalkan idling kendaraan.

"Pelayanan Isuzu luar biasa. Saya beruntung mengikuti Eco Drive ini," ujar Henry di Kupang, Jumat (14/7/2018).

Pada Minggu (8/7/2018), Henry dkk terbang dari Haneda menuju Tokyo dan diantar menuju Odaiba dan Shibuya Street untuk berbelanja. Hari Senin (9/7/2018) melakukan city tour mengunjungi Asakusa Kannon Temple, Nakamise Street, Photo Stop di Tokyo Sky Tree. Pada Selasa (10/7/2018), Henry dkk menuju Isuzu Factory, Isuzu Plaza, di area Fujisawa Plant.

Henry melukiskan areal pabrik truk Isuzu seluas 100 hektar sangat indah, modern, tidak ada kesan seperti pabrik karena semuanya tertata rapi, teratur. "Pertama kami diberikan pengarahan oleh petugas yang berwajib di pabrik itu. Dalam area pabrik tak boleh memotret. Setelah itu rombongan mulai berjalan ke pabrik perakitan menggunakan bus," cerita Henry.

Di dalam pabrik, diakui Henry, mereka dijelaskan satu persatu mulai dari proses material cutting, press, cabin wlding, painting, trim fitting, parts fitting, axle fitting, engine mounting, cabin mounting, tire fitting hingga ke final inspection.

"Hampir semuanya dikerjakan tenaga robot cerdas. Tenaga manusia hanya pada proses-proses tertentu. Hal ini agar kualitas kendaraan tetap terjaga dengan baik," terang Henry.

Tenaga robot dibutuhkan dalam produksi truk Isuzu. Varian truk yang beragam dan berpacu dengan waktu, menjadi pertimbangan khusus penggunaan tenaga robot. Satu robot ada yang seharga Rp 400 juta, ada pula seharga Rp 920 juta per unit.

Saat itu, Henry menyaksikan dua robot berkapasitas 6-15 kilogram bergerak di sela-sela kepala truk. Tak berapa lama, kilatan cahaya memancar. Sangat cepat, dalam hitungan detik kedua robot telah memadukan empat bagian menjadi sebuah bentuk kabin truk. Usai memadukan kabin truk, robot lain bergerak dengan irama berbeda. Tujuannya satu, membentuk kepala truk dengan kelas wahid.

Sekitar tiga ribu robot dimiliki Isuzu demi menggapai target produksi 300.000 unit truk dalam setahun atau 700 unit per hari dari berbagai varian. Dengan memiliki sistem kerja satu shift proses produksi dari nol hingga menjadi utuh satu unit truk membutuhkan waktu dan proses yang cukup panjang.

Pantauan Henry selama mengelilingi pabrik perakitan, robot-robotnya begitu modern dan canggih serta tenaga manusia yang juga telaten dan teliti dalam mengerjakan satu proses bagian. "Isuzu yang mengutamakan kualitas dalam proses perakitan truknya ini benar-benar terlihat. Setelah semuanya selesai, truk ini kembali diperiksa
kelayakannya, apakah ada yang bocor atau tidak layak jalan.

Halaman
123
Penulis: Benny Dasman
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help