Opini Pos Kupang

Kita Indonesia, Kita NKRI, Merdeka

Selamat ulang tahun ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dirgahayu. Merdeka. Kemerdekaan adalah anugerah Allah.

Kita Indonesia, Kita NKRI, Merdeka
net
Bendera Merah Putih 

Oleh RD Maxi Un Bria
Rohaniwan Keuskupan Agung Kupang

"Cara patria et Cara libertas; aku mencintai tanah air dan mencintai kemerdekaan."

POS-KUPANG.COM - Selamat ulang tahun ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dirgahayu. Merdeka. Kemerdekaan adalah anugerah Allah. Kita bersyukur atas anugerah kemerdekaan dan perjuangan para pahlawan kemerdekaan yang dengan gigih telah memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Karena cinta terhadap tanah air dan kemerdekaan. Mereka telah berkorban dan melakukan yang terbaik, sehingga kita boleh memasuki hari ini dengan bangga dan gembira sebagai pemilik NKRI.

Mereka tidak hanya berpikir tentang dirinya melainkan tentang nasib dan keberadaan masyarakat Indonesia di masa depan, kepentingan tanah air dan segala kekayaannya.

Kepada para pahlawan kemerdekaan yang telah gugur di medan perang dan yang telah berkorban untuk memproklamasikan kemerdekaan, kita kenang dalam hening semua jasa mereka, kita doakan keselamatan dan kebahagiaan hidup mereka di akhirat serta kita rawat dan lanjutkan perjuangan mereka dengan mengisi kemerdekaan sebaik-baiknya.

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini Senin 20 Agustus 2018, Aries Jangan Sensitif, Leo Super Sibuk

Kita Indonesia. Kita Bhineka Tunggal Ika. Kita Pancasila. Kita NKRI, memiliki harkat dan martabat sebagai bangsa merdeka, berdaulat dan siap bekerja keras, berdisiplin dan berbudaya dalam memaknai kemerdekaan.

Refleksi tentang esensi kemerdekaan senantiasa relevan agar kesadaran dan keterpanggilan untuk mengisi kemerdekaan secara bertanggungjawab tetap hidup dalam hati anak-anak bangsa Indonesia.

Betapa tidak, tanpa kemerdekaan, bumi Nusantara dengan keanekaragaman kekayaan bumi dan laut, budaya, suku ,etnis, agama dan kepercayaan dicengkeram tangan penjajah.

Bayangkan kalau kita hidup di bawah bayang-bayang penjajah. Tidak ada kegembiraan, sukacita dan kehilangan harga diri. Damai sejahtera pun menjadi sirna.

Sebaliknya berkat kemerdekaan, kita boleh mengangkat kepala sebagai bangsa yang bermartabat dan memiliki harga diri di mata bangsa-bangsa dunia.

Baca: 10 Drakor alias Drama Korea Tentang Percintaan di SMA dan Kampus Terbaik, Asli Bikin Baper

Kita memiliki kesempatan yang luas untuk belajar bertumbuh, berekspresi, berkreasi dan berinovasi menampilkan jati diri sebagai insan pemilik NKRI yang memiliki harga diri dan siap memberikan kontribusi bagi kemajuan pembangunan bangsa dan perdamaian dunia.

Seruan Merdeka hari ini menjadi bermakna jika setiap elemen bangsa bangkit bersama memerangi segala ketidakadilan, indispliner, keterbelakangan, korupsi, dan segala jenis penyakit sosial dengan sikap disiplin yang tinggi, budaya kerja, sikap insklusif dan kesadaran untuk merawat dan mengisi kemerdekaan secara bertanggungjwab dan berkelanjutan demi mencapai kesejahteraan lahir bathin bagi segenap masyarakat Indonesia.

Ekspresi memaknai perayaan HUT ke-73 kemerdekaan RI sangat beragam sebagai pernyataan bangga menjadi warga negara Indonesia.

Perayaan Hari Kemerdekaan RI menjadi kesempatan yang indah untuk mengapresiasi semua orang yang telah dengan caranya sendiri masih menyadari bahwa kemerdekaan itu anugerah yang mesti disyukuri, dirawat dan diisi dengan perbuatan-perbuatan baik yang menegaskan Keindonesiaan kita.

Baca: Jelang Comeback, BTS Rilis Track List di Album Love Yourself: Answer

Indonesia sebagai bangsa yang besar dan kaya di mata dunia memiliki martabat dan kekuatan sendiri yang berpengaruh untuk perdamaian dan kebaikan masyarakat dunia. Sebagai permenungan bersama dalam merayakan HUT ke-73 RI nasihat berikut ini menarik untuk kita simak.

"Pemerintah yang bijak menjamin ketertiban dalam masyarakat, pemerintah yang arif adalah yang teratur. Seperti para penguasa, demikianlah para pegawainya, seperti pemerintah kota demikian pula semua penduduknya. Raja yang tidak terdidik membinasakan rakyatnya, tetapi sebuah kota sejahtera berkat kearifan pembesarnya.

Di dalam tangan Tuhan terletak kuasa atas bumi, dan pada waktunya Ia mengangkat orang yang serasi atasnya. Di dalam tangan Tuhanlah terletak kemujuran seseorang dan kepada para pejabat Tuhan mengaruniakan martabat". (Sir 10:1-6).

Setiap bangsa menjadi teratur berkat pemimpinnya. Kemajuan sebuah bangsa yang ikut ditentukan juga oleh kemauan baik setiap orang untuk melakukan kewajibannya sebagai warga negara yang baik dengan mengindahkan segala aturan yang ada sebagai bentuk ketaatan dan penghormatan terhadap pemimpin pemerintahan yang berdaulat. Sementara keadilan dan kesejahteraan ,menjadi upaya bersama pemerintah dan rakyat.

Setiap rakyat terpanggil untuk mengisi kemerdekaan secara benar sebagai bentuk keterlibatan yang sadar demi memberikan kepada negara apa yang wajib diberikan. Seperti kata Abraham Lincoln "Jangan tanyakan kepada negara apa yang negara berikan kepada kepadamu, tapi tanyalah kepada dirimu, apa yang saya telah kau berikan kepada negara?"

Lebih jauh refleksi tentang keserasian hidup sebagai orang beriman dan sebagai warga negara yang baik ditegaskan Yesus kepada para murid demikian: "Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Tuhan Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah" (Mat 22 :21).

Dalam hidup berbangsa dan bernegara hari ini, marilah kita rayakan dan maknai ulang tahun ke-73 kemerdekaan Republik Indonesia dengan berlomba-lomba melakukan tugas dan tanggungjawab kita secara benar dan baik.

Kita menegaskan kehadiran kita sebagai warga negara yang baik dengan mengikuti segala kewajiban dan aturan yang berlaku; di jalan raya, di tempat umum, di tempat ibadah, rumah sakit, kantor, pasar, lingkungan, keluarga dan di tempat kerja kita masing-masing agar tercipta keteraturan dan harmonitas yang mendukung gerak pembangunan bangsa dan damai sejahtera.

Kita Indonesia, berharap perayaan Kemerdekaan NKRI selalu mengobarkan spirit juang setiap warga negara di mana pun mereka berada. Kita berdoa bagi pemimpin negara, pemimpin pemerintah di provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, desa dan lurah agar selalu dilindungi Tuhan, dianugerahi hikmat dan kebijaksanaan dalam memimpin pemerintahan yang adil, jujur, bersih dan damai dalam menghadirkan kesejahteraan dan kebaikan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Kita bersyukur lahir di tanah air Indonesia dengan segala kekayaan dan keunikannya. Hari Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum yang sangat istimewa dan bermakna karena setiap warga negara telah berupaya ikut memaknai perayaan Kemerdekaan RI dengan berbagai kegiatan dan dekorasi , doa syukur, upacara penaikan dan penurunan Bendera Merah Putih penuh hikmat dan teratur, seraya mendengarkan pidato dan ajakan pemimpin pemerintah untuk bangkit mengisi kemerdekaan secara benar dan bertanggungjawab.

Hendaknya keindonesiaan dan kemerdekaan kita selalu ditegaskan dalam pikiran, perkataan dan tindakan setiap hari.

Dirgahayu RI. Kita Indonesia, kita bangkit bekerja, berdisiplin dan berbudaya mengisi dan merawat kemerdekaan secara benar dan bertanggungjawab sebagai insan-insan yang memiliki harga diri di mata bangsa-bangsa lain. Merdeka. *

Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved