Berita Kabupaten TTS

Kapolres dan Bupati TTS Sosialisasikan Terkait Ancaman Terorisme Di Pantai Oetune

Tidak ada agama yang membenarkan membunuh sesama hanya untuk menebarkan rasa takut

Kapolres dan Bupati TTS Sosialisasikan Terkait Ancaman Terorisme Di Pantai Oetune
ISTIMEWA
Kapolres TTS, AKBP Totok Mulyanto, DS, SIK 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM|SOE -– Kapolres TTS, AKBP Totok Mulyanto, DS, SIK dan Bupati TTS melakukan kegiatan sosialisasi terkait ancaman terorisme kepada masyarakat Kecamatan Kualin di pantai Oetune. Kegiatan tersebut, bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait apa itu terorisme, bahaya yang ditimbulkan dan cara untuk menangkal masuknya paham teroris dalam kehidupan bermasyarakat.

Kapolres TTS, AKBP Totok Mulyanto, DS, SIK dalam materinya mengatakan, tidak ada satu pun agama di Indonesia bahkan di dunia yang setuju terhadap paham terorisme. Pasalnya, paham terorisme sangat intoleran, tidak menghargai perbedaan agama, bersifat eksklusif, merasa pahamnya paling benar dan suka bertindak radikal.

" Tidak ada satu agama pun di Indonesia yang setuju dengan paham terorisme. Tidak ada agama yang membenarkan membunuh sesama hanya untuk menebarkan rasa takut. Oleh sebab itu, terorisme harus menjadi musuh bersama kita," ungkap Kapolres Totok.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang bisa masuk bergabung dengan kelompok teroris. Pertama, faktor kemiskinan, merasa hukum di negara sendiri tidak adil, pemahaman agama yang dangkal, pengaruh paham dari luar negeri dan beberapa faktor lainnya.

Dalam melakukan aksinya, para terorisme memilih secara acak warga sipil untuk menjadi target serangannya.

Hal ini dimaksudkan untuk menyebarkan rasa takut dan tidak aman di wilayah Indonesia. Tujuan akhir dari aksi terorisme adalah mengubah nilai dan ideologi bangsa Indonesia.

" Teroris tidak suka melihat kita hidup berdampingan dan rukun dalam perbedaan agama dan suku yang ada. Teroris tidak suka ideologi bangsa kita sehingga mau diganti," jelasnya.

Bupati Mella mengingatkan kepada masyarakat TTS untuk berhati-hati terhadap masuknya paham terorisme. Paham terorisme biasanya masuk melalui agama yang menjadi mayoritas di suatu daerah. Ketika sudah mulai diterima, orang-orang yang membawa paham terorisme akan mengatakan, pahamnyalah yang paling benar.

Oleh sebab itu, agama dan ideologi bangsa Indonesia harus berakar dalam hati masyarakat sehingga tidak mudah disusupi paham terorisme.

" Salah satu cara untuk menangkal masuknya paham terorisme adalah dengan memahami dengan baik ajaran agama kita dan ideologi bangsa kita. Sehingga kita ada orang lain masuk mau membawa paham terorisme bisa kita tolak karena pemahaman agama dan ideologi bangsa sudah berakar kuat dalam diri kita," tuturnya.

Untuk diketahui sosialisasi terkait ancaman terorisme berlangsung pada Minggu (19/8/2018) di pantai oetune. Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan pengibaran bendera merah putih berukuran raksasa, dengan panjang 250 meter dan lebar 2 meter. Kegiatan ini diselenggarakan Polres TTS bekerjasama dengan Kodim 1621 TTS, Kejari TTS dan Pemkab TTS. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved