Berita Tamu Kita

Dr. Kornelius Kodi Mete: Jembatan Emas Menuju SBD Sejahtera

Pemimpin demikian tak mudah goyah terhadap setiap tantangan yang datang. Inilah sikap sosok dr.Kornelius Kodi Mete.

Dr. Kornelius Kodi Mete: Jembatan Emas Menuju SBD Sejahtera
ISTIMEWA
dr. Kornelis Kodi Mete 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM|TAMBOLAKA - Menjadi  pemimpin adalah impian semua orang. Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan intelektualitas, integritas dan kepribadian yang tangguh.

Dengan demikian sang pemimpin menjadi panutan bagi staf, bawahan atau masyarakat umumnya.

Pemimpin demikian tak mudah goyah terhadap setiap tantangan yang datang. Inilah sikap sosok dr.Kornelius Kodi Mete.

Bagi Bupati Sumba Barat Daya terpilih periode 2018-2023 ini, perjuangan membutukan sikap yang konsisten dan komitmen untuk terus bertarung hingga menggapai sebuah cita-cita. Baginya, SBD maju bila memiliki pemimpin yang memahami kebutuhan rakyatnya.

Baca: WOW Pawai Taman Kanak-Kanak Kontroversial Terjadi di Probolinggo! Mendikbu Sedang Telusuri

Bagaimana perjuangan dr.Kornelius Kodi Mete selama ini hingga terpilih lagi menjadi Bupati SBD? Dan, apa yang akan dilakukannya setelah resmi menjabat Bupati SBD.

Ikuti wawancara wartawan Pos Kupang, Petrus Piter dengan dr.Kornelius Kodi Mete, di kediamannya di kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya belum lama ini.

Bagaimana Anda memaknai kemenangan pesta demokrasi kali ini?
Kemenangan Pilkada kali ini merupakan kemenangan seluruh rakyat Sumba Barat Daya. Dan bukan semata kemenangan Bupati dan Wakil Bupati dr,kornelius Kodi Mete-Marthen Christian Taka, S.IP atau juga bukan kemenangan kelompok pendukung bupati dan wakil bupati terpilih yang dikenal massa pendukung Kontak.Tetapi kemenangan seluruh rakyat Sumba Barat Daya.

Anda sudah puas dengan kemenangan ini?
Bagi saya kemenangan ini baru awal dari sebuah perjuangan untuk membawa SBD ke depan lebih maju. Masih banyak rakyat kecil yang hidup di pelosok SBD yang membutuhkan uluran tangan meringankan beban hidupnya. Kehidupan ekonomi sulit, akses jalan raya terbatas, penerangan listrik dan air bersih belum tersedia serta beranekaragam kebutuhan rakyat juga serba terbatas pula. Ini yang menjadi perhatian kami.

Bagaimana Anda menggalang kekuatan, merangkul rakyat untuk bergabung bersama bertarung merebut kursi nomor satu SBD?
Sebelum dan selama menjalani masa kampanye, dari desa ke desa, dari kampung ke kampung hingga dusun, hanya menyampaikan tentang program kerja dan mengajak rakyat bergandengan tangan berjuang bersama-sama memenangkan Pilkada SBD sehingga pemerintahan yang baru, kepemimpinan kami berdua secara perlahan-lahan menjawab kebutuhan rakyat. Hanya dengan merebut kursi kepemimpinan SBD, perubahan kehidupan rakyat dapat dilakukan.

Apakah program unggulan Anda sehingga pilihan rakyat memenangkan Anda?
Program unggulan kami adalah tujuh jembatan emas yakni desa bercahaya, desa berair, desa berkecukupan pangan, desa sehat, desa cerdas, desa tentram dan desa wisata.

Apa yang akan dilakukan dengan program tujuh jembatan emas itu?
Program tujuh jembatan emas tersebut terdiri
pertama desa bercahaya, pemeritah memastikan penerangan listrik masuk kampung sehingga semua kampung di SBD terlayani listrik, bila ada kampung yang tidak terlayani listrik PLN maka pemerintah memastikan melayani penerangan listrik dengan menggunakan energi matahari, energi air dan energi angin serta memastikan setiap rumah tangga yang jauh dilayani listrik PLN.
Kedua desa berair, setiap warga SBD berhak mendapatkan pelayanan air bersih, air minum yang layak. Karena itu setiap desa dari 173 yang ada di SBD akan tersedia satu unit alat penyulingan air siap minum. Di pasar, rumah sakit, Puskesmas, pelabuhan laut dan bandara Tambolaka juga terpasang alat penyulingan air siap minum ini. Hal itu sepenuhnya untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat SBD. Selain itu pemerintah mengaktifkan kembali PDAM dan lain-lain.

Bagaimana dengan desa berkecukupan pangan dan desa sehat?
Untuk program desa berkecukupan pangan, pemerintah akan mengembangkan sistem pertanian konservasi berkelanjutan dan menerapkan teknologi pertanian terpadu untuk pangan bermutu, membenahi sistem irigasi pertanian dan mengoptimalkan potensi irigasi daerah aliran sungai, air tanah, mata air, embung untuk pertanian, memastikan bibit tersedia, memastikan alsintan (alat mesin pertanian) tersedia dan menempatkann satu tenaga penyuluh pertanian di desa, menggalakan gerakan isi kandang yakni setiap warga harus memelihara ternak dan lainya.
Sedangkan desa sehat ditandai rumah dan lingkungan sehat. Warga juga sehat ditopang kecukupan pangan dan gizi keluarga yang baik serta memastikan mendapatkan layanan kesehatan memadai, misalnya melakukan gerakan rumah sehat, menempatkan serjana kesehatan dan serjana kesehatan lingkungan di setiap desa yang bertugas memberikan penyuluhan kesehatan kepada warga desa. Selain itu pemerintah akan menempatkan tenaga serjana gizi untuk memberikan penyuluhan gizi kepada masyarakat.

Bagaimana dengan desa cerdas, tentram dan pariwisata?
Desa cerdas ditandai oleh warga desa yang cerdas, mampu menyelesaikan persoalan desa secara cepat, bijaksana sesuai kearifan budaya Sumba dan warga cerdas pula memanfaatkan lingkungannya untuk peningkatan pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya. Karena itu pemerintah akan membangun sekolah unggul di setiap kecamatan, memperbaiki sekolah yang rusak, peningkatan pendidikan profesi guru dengan biaya nol rupiah atau gratis, merekrut semua serjana siap kerja dan merekrut semua tamatan SMA dan SMK untuk mengikuti pelatihan kerja sehingga siap bekerja membangun desa. Dan desa tentram meningkakan peran tokoh adat dan tokoh masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban serta menaikan insentif linmas agar lebih berperan aktif.

Baca: Update Perolehan Medali Asian Games 2018, China di Posisi Pertama pada Senin (20/16/2018) Pagi

Anda juga punya program desa wisata?
Untuk desa wisata, pemerintah membutuhkan semua aktor membangun desa wisata. Misalnya mendorong warga desa berperilaku dan bertindak sadar wisata dan sadar lingkungan, menempatkan satu desa satu serjana pariwisata, memperbaiki kampung, memperkuat informasi pariwisata SBD yang akurat dan lengkap, memperkuat aktor pelaku pariwisata lokal, membangun infrastruktur pariwisata, mewajibkan setiap wisatawan memakai pakaian adat Sumba dan pengembangan muatan lokal di antaranya adat istiadat, budaya sumba tentang pembelajaran kearifan lokal dan lain sebagainya.

Anda berencana mengangkat semua serjana membangun desa. Bagaimana dengan honor atau gaji para serjana itu?
Bagi saya, setiap usaha tentu membutuhkan sebuah anggaran atau pengorbanan. Justru di situlah terukur bagi seorang pemimpin bagaimana mengelola pemerintahan dan anggaran yang pro rakyat. Sebagai pemimpin harus pandai menata anggaran untuk membiayai semua pos kegiatan yang bermuara kepada kesejahteraan rakyat. Para serjana merupakan generasi muda intelektual yang memiliki pikiran cerdas membangun desa. Sebagai pemimpn harus memanfaatkan kader potensial tersebut untuk membangun desa. Dengan demikian, kelak rakyat desa mandiri dan sejahtera pula.

Harus diakui pada proses demokrasi kali ini, tidak semua ASN mendukung Anda. Bagaimana menyikapinya?
Pertama-tama, saya memgatakan berdasarkan undang-undang tentang ASN, semua aparatur sipil negara harus netral. Karena itu sebagai bupati, saya harus mengayomi semuanya. Saya percaya semua ASN SBD netral. Kalaupun ada satu dua orang yang terlibat, saya percaya hal itu hanya karena kekeliruan saja. Tetapi saya yakin, mereka sudah kembali ke jalan yang benar. Karena itu, saya mempersilakan ASN bekerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing dengan baik demi masyarakat SBD.

Pertanyan saya terakhir, Anda memiliki tim sukses, relawan fanatik dan pendukung militan. Bagaimana anda mengelolanya setelah resmi memimpin Kabupaten SBD tercinta ini?
Pertama saya menyampaikan terima kasih banyak kepada seluruh masyarakat SBD dan khususnya para pendukung yang selama ini bekerja keras bersama-sama mengantar kami memenangkan pilkada kali ini. Saya bersama Wakil Bupati Marthen Christian Taka, S.IP selalu berharap para pendukung tetap memberikan masukan, kritik dan saran terhadap jalannya pemerintahan SBD di bawah kepemimpinan kami. Dan sebagai bupati, tidak mengenal yang namanya orang ring satu, orang riang dua dan seterusnya. Semua rakyat SBD sama. Siapapun rakyat SBD yang datang, ingin bertemu bupati dan wakil bupati dan pimpinan SKPD, saya pastikan, semua mendapat pelayanan sama, tidak ada yang spesial.(*)

Ajak Petani Siapkan Kebun

BUPATI terpilih Kabupaten Sumba Barat Daya, dr.Kornelius Kodi Mete mengajak para petani
mempersiapkan lahan pertanian mengingat musim tanam segera tiba. Mantan

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT itu mengingatkan petani SBD bahwa saat ini hujan mulai turun. Fenomena alam itu telah mengisyaratkan petani segera mempersiapkan lahan.

Hampir 90 persen rakyat SBD hidup dari bercocok tanam. Dan saya sendiri juga adalah petani, setiap tahun saya memanen padi gogo (padi kodi yang terkenal harum) dan juga jagung serta kacang-kacangan.
Ia percaya bila semua petani di SBD bekerja tekun mulai mengolah lahan, pemupukan dan perawatan yang teratur maka hasil yang diperoleh memuskan pula. Hanya orang malas saja yang selalu gagal panen.

Baca: Obyek Wisata di Ende Belum Dikembangkan Optimal, Ini Kondisinyal

Menrutnya, lahan pertanian di Kabupaten Sumba Barat Daya masih sangat luas. Karena itu ke depan pihaknya akan mengambil kebijakan mengadakan traktor besar yang terukur untuk mengolah lahan tidur milik masyarakat yang tersebar di SBD. Dan untuk mengoptimalkan lahan tersebut maka pemerintah akan sungguh-sungguh memberdayakan tenaga penyuluh pertanian yang ada disetiap desa.

Mantan Wakil Bupat Sumba Barat dan Bupati SBD periode 2008-2013 itu lebih lanjut mengatakan sesungguhnya pekerjaan bertani itu menghasilkan panen berlimpah. Semua itu terjadi bila petani bekerja tekun dan mengikuti arahan penyuluh pertanian.

Para petani diharapkan selalu berkordinasi dengan penyuluh pertanian agar semua usaha tani berjalan sesuai arahan penyuluh. Dengan demikian hasil yang dipanen berlimpah pula. (pet)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved