Berita Labuan Bajo

Tolak Pembangunan Hotel di Pulau Komodo, Profesor Undana Buat Surat Terbuka Kepada Jokowi

memohon kepada Tuan Presiden, sebagai Kepala Pemerintahan dan Kepala Negara Indonesia, kiranya berkenan menghentikan secara segera rencana

Tolak Pembangunan Hotel di Pulau Komodo, Profesor Undana Buat Surat Terbuka Kepada Jokowi
POS-KUPANG.COM/Servatinus Mammilianus
Pemandangan dari Ciao Labuan Bajo, Kamis (26/7/2018). 

Laporan Reporter Pos-Kupang. Com, Ricko Wawo

POS KUPANG.COM - Guru besar Universitas Nusa Cendana Kupang, Profesor Tans Feliks menulis surat terbuka untuk Preside Indonesia Joko Widodo. Berikut isi surat terbuka yang diterima Pos Kupang dari pesan What's Up, Minggu (19/8/2018):

Surat Terbuka untuk Tuan Presiden Joko Widodo

Jumat, 17 Agustus 2018

Guru Besar Universitas Nusa Cendana Kupang, Prof Tans Feliks

Surat Terbuka untuk Tuan Presiden Joko Widodo
Tentang Investasi di Taman Nasional Komodo

Oleh Prof Feliks Tans
(Dosen FKIP, Undana, Kupang)

Tuan Presiden Joko Widodo yang terhormat, di tengah kesibukan Tuan Presiden sehari-hari, ijinkan saya – dosen di Kupang, tetapi lahir dan besar di Flores Barat, NTT – menemui Tuan Presiden lewat surat terbuka ini.

Tujuan saya adalah untuk memohon kepada Tuan Presiden, sebagai Kepala Pemerintahan dan Kepala Negara Indonesia, kiranya Tuan Presiden berkenan menghentikan secara segera rencana investor mendirikan hotel berbintang lima langsung di Pulau Komodo, bagian dari Taman Nasional Komodo (TNK), Manggarai Barat, Flores, NTT.

Sebelum saya mengemukakan alasan saya mengajukan permohonan tersebut, Tuan Presiden, saya ingin berceritera sedikit tentang TNK yang, menurut Tuan Presiden Suharto pada tahun 1980-an, perlu dikosongkan dari penduduk lokal. Pada waktu itu, Tuan Presiden Suharto menginginkan perlakuan sama terhadap semua taman nasional, yaitu tanpa penduduk lokal yang berdomisili di dalamnya. Cerita ini, menurut saya, Tuan Presiden, perlu didengar lagi untuk mengingatkan bangsa ini bahwa ketika jaman dahulu saja penduduk lokal diminta untuk meninggalkan TNK, mengapa kini malah bangsa ini mau membawa orang “luar” untuk menetap di TNK atas nama investasi.

Halaman
123
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help