Berita Regional

Tetap Sabar Melayani meski Ditampar Turis Asing, Petugas Imigrasi Terima Penghargaan

Ardiansyah, seorang petugas imigrasi di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, mendapat penghargaan dari Kanwil Hukum dan HAM Bali.

Tetap Sabar Melayani meski Ditampar Turis Asing, Petugas Imigrasi Terima Penghargaan
KOMPAS.com/ANTARA FOTO/Wira Suryantala
Warga negara Inggris, Auj-e Taqaddas (kedua kiri) bersiap mengikuti sidang tindak pidana ringan di PN Denpasar, Jumat (3/8/2018). Warga Inggris tersebut diduga telah melanggar keimigrasian dan memukul petugas imigrasi saat pemeriksaan namun agenda sidang ditunda karena berkas belum lengkap. 

POS-KUPANG.COM | DENPASAR - Ardiansyah, seorang petugas imigrasi di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, mendapat penghargaan dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bali setelah ditampar oleh wisatawan asal Inggris.

"Kami memberikan penghargaan kepada Ardiansyah karena saat melakukan tugas di Imigrasi Ngurah Rai mendapat perlakuan tidak menyenangkan atau ditampar wisatawan Inggris, namun dengan sabar dan tidak emosi tetap melayani warga asing itu," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bali, Maryoto Sumadi, di Denpasar, Jumat (17/8/2018).

Baca: Tinggi Gelombang di Samudra Hindia Selatan NTT Capai 3 Meter

Dia mengatakan, Ardiansyah mengalami perlakuan tidak baik itu saat melakukan tugas menjaga kedaulatan negara. Si turis tidak terima saat paspornya diambil petugas karena telah tinggal di Indonesia melebihi batas waktu.

"Rencananya saya usulkan Ardiansyah ini untuk mendapat kenaikan pangkat istimewa, karena telah menjadi pelopor dalam memberikan pelayanan prima sesuai standar operasional prosedur pelayanan," ujarnya.

Menurut Maryoto, warga asing itu sudah menjalani proses hukum.

Sementara itu, Ardiansyah menuturkan, insiden penganiayaan itu terjadi pada 28 Juli 2018 di Kantor Imigrasi Ngurah Rai.

Menurut dia, sebelum bertemu dengannya, Auj-e Taqaddas, warga asing tersebut, sudah tampak dalam kondisi emosi.

"Saat itu, saya sudah jelaskan sesuai SOP karena wisatawan Inggris itu sudah tinggal di Bali sudah lebih dari 60 hari dan tidak bisa membayar denda sehingga keberangkatannya ke Inggris dibatalkan dan melapor ke kantor imigrasi," ujarnya.

Setelah diberikan penjelasan, lanjut Ardiansyah, wisatawan asal Inggris itu tidak terima dan mencoba merebut paspornya yang diambil petugas.

"Saat saya pegang paspornya, dia sempat menarik saya untuk mengambil paspornya, namun saya bisa menghindar. Namun, tanpa saya sadar dia langsung menampar saya satu kali pada pipi kiri," ujarnya.

Ardiansyah juga membantah bahwa petugas imigrasi di Bandara Ngurah Rai memeras Taqaddas. "Itu tidak benar bahwa ada petugas meminta uang kepadanya," katanya. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved