Berita Pahlawan dari Perbatasan

Johny Kala Pemanjat Tiang Bendera Disebut Manusia Ekaristi Dalam Misa di Katedral Jakarta

Johny Kala Pemanjat Tiang Bendera Disebut Manusia Ekaristi Dalam Misa di Gereja Katedral Jakarta. Apa Maksudnya?

Johny Kala Pemanjat Tiang Bendera Disebut Manusia Ekaristi Dalam Misa di Katedral Jakarta
Foto Mariano untuk POS-KUPANG.COM
Johny Kala dan kedua orangtuanya di depan rumah sederhana mereka 

Di dalam ekaristi itu, lanjut Romo Christiono, ada prosesi pemecahan roti lalu dibagi-bagikan untuk dimakan. 

"Artinya setelah kita makan roti itu, kita menjadi berani. Menjadi bagian dari hidup kita. Ekaristi dalam keseluruhan hidup kita dan akhirnya menjadi cara bertindak yang dipecah dan tidak untuk dirinya sendiri dan untuk keselamatan bagi semua orang," kata Stefen mengutip pernyataan Romo Christiono.

Baca: Ramalan Zodiak Hari ini-Libra Dilanda Kebingungan dan Sagittarius Sulit Sembunyikan Perasaan

Baca: Martina Bahagia Bisa Membantu Kaum Dhuafa

Baca: Defia Rosmaniar, Peraih Medali Emas Indonesia Pertama di Asian Games 2018, Intip Yuk Sosoknya!

 

Presiden Joko Widodo (kiri) bersalaman dengan anak korban gempa di Posko Pengungsian Dusun Karang Subagan, Desa Pemenang Barat, Pemenang, Lombok Utara, NTB, Selasa (14/8/2018). Pemerintah akan memberikan bantuan perbaikan rumah rusak ringan sebesar Rp25 juta dan Rp50 juta untuk rumah rusak berat.
Presiden Joko Widodo (kiri) bersalaman dengan anak korban gempa di Posko Pengungsian Dusun Karang Subagan, Desa Pemenang Barat, Pemenang, Lombok Utara, NTB, Selasa (14/8/2018). Pemerintah akan memberikan bantuan perbaikan rumah rusak ringan sebesar Rp25 juta dan Rp50 juta untuk rumah rusak berat. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc/18.)

Tentang aksi heroik Johny Kala, Romo Christiono mengatakan secara otomatis menjadi manusia ekaristi yang mau berbagi untuk menyelamatkan upacara bendera bagi semua orang saat itu.

"Dia (Johny Kala. red) tidak memuat malu semua orang tapi dia hadir menyelamatkan kondisi saat itu. Itulah manusia ekaristi. Dia Sederhana, tanpa berpikir keselamatan dirinya sendiri, dia langsung panjat bahkan tak berpikir untuk terjatuh. Tidak takut tiang rubuh atau angin kencang demi merah putih. Itulah manusia ekaristi," urai Romo Christiono.

Menurut Romo Christiono, lanjut Stefen, manusia dewasa ini umumnya memikirkan dirinya sendiri sebelum melakukan sesuatu. Masih berpikir untung dan rugi, susah dan senang.

"Sedangkan yang dilakukan Johny Kala adalah sesuatu yang langka dan mengabaikan diri sendiri. Namanya Energy of eucharist," ujarnya.

Baca: Asian Games 2018, Tim Bulu Tangkis Indonesia Menang 3-0 Atas Hong Kong

Baca: Hotman Paris Berikan Uang Rp 50 Juta Sambil Bawa Johny Keliling Jakarta dengan Lamborghini

Baca: Indonesia dan Thailand Berbagi Emas Nomor Poomsae

Dikutip dari id.wikipedia.org, Perjamuan Kudus, Perjamuan Suci, Perjamuan Paskah, atau Ekaristi (bahasa Inggris: eucharist) adalah suatu ritus yang dipandang oleh kebanyakan Gereja dalam Kekristenan sebagai suatu sakramen.

Menurut beberapa kitab Perjanjian Baru, Ekaristi dilembagakan oleh Yesus Kristus saat Perjamuan Malam Terakhir.

Yesus memberikan murid-murid-Nya roti dan anggur saat makan Paskah, lalu memerintahkan para pengikutnya: "perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku" sambil merujuk roti tersebut sebagai "tubuh-Ku" dan anggur tersebut sebagai "darah-Ku".

Istilah "Ekaristi" berasal dari bahasa Yunani ευχαριστω, yang artinya berterima kasih atau bersyukur; istilah ini lebih sering digunakan oleh Gereja Katolik, Komuni Anglikan, Gereja Ortodoks Timur, dan Gereja Lutheran.

Halaman
1234
Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved