Berita Regional

Gara-gara Komentar di Facebook Bikin Tersinggung, Seorang Wanita Diperiksa Polisi

Seorang wanita bernama Jerni Laen diperiksa polisi, Sabtu (18/8/2018) sekitar pukul 08.20 Wita, di Mamasa, Sulawesi Barat.

Gara-gara Komentar di Facebook Bikin Tersinggung, Seorang Wanita Diperiksa Polisi
KOMPAS.com/Junaedi
Komentar di Facebook membuat seorang perempuan pemilik akun Facebook di Mamasa, Sulawesi Barat, diperiksa polisi. Diduga, dia menyebarkan hoaks terkait kematian seorang perempuan. 

POS-KUPANG.COM | MAMASA - Seorang wanita bernama Jerni Laen diperiksa polisi, Sabtu (18/8/2018) sekitar pukul 08.20 Wita, di Mamasa, Sulawesi Barat. Dia diperiksa atas laporan dugaan menyebarkan hoaks lewat media sosial Facebook.

Kasat Reskrim Polres Mamasa Iptu Dedi Yulianto mengatakan, Jerni masih dimintai keterangan. Selanjutnya, polisi akan melakukan gelar perkara untuk menentukan layak tidaknya kasus tersebut naik ke tahap penyidikan.

Namun, lanjut dia, perkara tersebut bisa rampung jika tercapai kesepakatan antara pihak pelapor dan terlapor.

Baca: Siswa SMP Hanura Bawakan Tarian Ini Saat Karnaval

"Pemilik akun sedang kami periksa. Apakah kasusnya memenuhi unsur untuk ditingkatkan ke penyidikan atau tidak, nanti kita lihat," ungkap Dedi.

Aksi ini berawal dari komentar yang ditulis pemilik akun Facebook Jerni Laen pada postingan foto seorang siswa SMP bernama Marleni yang sebelumnya meninggal dunia karena terjatuh di sungai.

Pemilik akun Jerni mengaitkan kematian Marleni dengan kasus penemuan seorang bayi di tong sampah, sehari sebelum Marleni jatuh ke sungai.

Komentar di Facebook ini pun berbuntut pada aksi blokade jalan oleh sejumlah warga yang merasa kehormatan keluarganya dilecehkan.
Keluarga korban lalu melaporkannya ke polisi. Keluarga korban memblokade jalan Trans Mamasa sambil membakar sampah dan pohon kayu di tengah jalan hingga sempat terjadi kemacetan.

Sementara itu, Jerni telah menyatakan permohonan maaf kepada keluarga korban atas komentarnya. Dia juga mengaku telah menghapus komentar tersebut.

"Saya atas nama pemilik akun meminta maaf kepada keluarga korban dan seluruh warga Mamasa yang merasa tersinggung atau terhina atas komentar saya di Facebook. Saya lakukan itu secara tidak sadar," ungkap Jerni. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved