Berita Gempa Lombok

BREAKING NEWS: Gempa 7,0 SR Kembali Guncang Lombok Timur, NTB

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Group WhatsApp Info BMKG Sumba, Sabtu (18/8/2018) malam

BREAKING NEWS: Gempa 7,0 SR Kembali Guncang Lombok Timur, NTB
). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Anggota Basarnas dan relawan mencari korban yang tertimbun reruntuhan bangunan Masjid Nurul Iman yang rusak akibat gempa bumi di Pemenang, Lombok Utara, Lombok Utara, NTB, Selasa (7/8/2018). Berdasarkan kesaksian warga setempat, diduga puluhan korban yang sedang melaksanakan pengajian tertimbun bangunan masjid yang runtuh akibat gempa bumi pada Minggu (5/8/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS KUPANG.COM | WAINGAPU - Gempa bumi berkekuatan 7,0 Skala Ritcher kembali mengguncang wilayah Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (19/8/2018) malam.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Group WhatsApp Info BMKG Sumba, Sabtu (18/8/2018) malam, gempa bumi tersebut terjadi pada tanggal 19 Agustus 2018 pada pukul 21:56:27 WIB.

Lokasi gempa bumi tersebut dilaporkan terjadi di 8.28 Lintang Selatan (LS),116.71 bujur timur (BT). Atau dengan jarak 30 kilometer (KM) Timur Laut Lombok Timur, NTB, dengan kedalaman 10 Kilometer. 

Gempa tersebut juga sangat dirasakan di Waingapu Sumba Timur, NTT, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur dan Bali dengan durasi sekitar 20 detik dan guncanganya sangat kencang.

Sebelumnya, BMKG mendata telah terjadi 814 kali gempa susulan pascagempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7.0 yang mengguncang Pulau Lombok dan sekitarnya pada Minggu (5/8/2018).

"Hingga hari ini telah terjadi 814 kali gempa dan 33 kali di antaranya dirasakan dengan kekuatan yang cukup besar," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Jakarta, Minggu (19/8/2018).

Dia mengatakan, gempa bumi yang dirasakan tersebut termasuk dua kali gempa susulan yang terjadi berturut-turut pada Minggu siang (19/8).

Gempa susulan yang pertama terjadi pada pukul 12.06 WITA dengan kekuatan magnitudo 5,4 dan episenter gempa pada 8,29 Lintang Selatan dan 116.62 Bujur Timut atau 25 km timur laut Lombok Timur, atau tepatmya pada lereng utara timur laut Gunung Rinjani dengan kedalaman 10 km.

Menyusul gempa kedua dengan kekuatan magnitudo 6,5 pada pukul 12.10 WITA dengan lokasi pada 32 km timur laut Lombok Timur yaitu pada lereng utara timur laut Gunung Rinjani atau 8,24 Lintang Selatan, 116.66 Bujur Timur dengan kedalaman 10 km.

"Analisis ini kami sampaikan dalam waktu tiga menit 33 detik selisih sekitar beberapa detik setelah gempa terjadi berdasarkan data dari 26 sensor yang terekam di BMKG," katanya.

Dengan bertambah data dari 26 sensor masuk lagi sehingga total dari 152 sensor maka diperbarui gempa susulan menjadi magnitudo 6,3.

Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman episenter maka disimpulkan gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat patahan naik Flores.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa tersebut dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik mengingat epsinternya relatif sama dengan gempa pada magnitudo 7,0 pada 5 Agustus lalu maka kedua gempa bumi yang baru terjadi tersebut merupakan gempa bumi susulan atau aftershock dari rangkaian gempa sebelumnya.

"Kami mohon masyarakat tetap tenang namun tetap waspada dan jangan mendekati area puncak dan lereng Gunung Rinjani, Lombok Timur dan Lombok Utara juga di Sumbawa barat laut. Lereng dikhawatirkan menjadi sangat rapuh karena guncangan gempa yang sudah beberapa kali terjadi," kata Dwikorita. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help