Berita Kota Kupang

Anak-anak Suka Perpustakaan Jalanan

Anak-anak itu di tengah riuhnya suara kendaraan tampak tenang menatap buku yang terbuka lebar di atas tangan mereka, Minggu (19/8 /2018).

Anak-anak Suka Perpustakaan Jalanan
POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Beberapa anak sedang membaca buku di perpustakaan jalanan, depan Kantor Bank Pitoby, Kuanino Kupang, Sabtu (18/8/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Anak-anak itu di tengah riuhnya suara kendaraan tampak tenang menatap buku yang terbuka lebar di atas tangan mereka, Minggu (19/8 /2018).

Mereka duduk di depan halaman kantor Bank Pitoby, Kuanino, Kupang dengan buku-buku menghiasi halaman kantor itu.

Ada juga aneka souvenir unik dari botol-botol aqua yang dikemas menjadi boneka-boneka kecil yang manis.

Baca: Seperti Ini Cuaca Penerbangan di Bandara El Tari Kupang Hari Ini

"Hari ini adalah hari terakhir kegiatan perpustakaan jalanan di halaman kantor Bank Pitoby," ungkapnya Fritz Lado, koordinator literasi NTT saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Sabtu (18/8 /2018) malam di sela kesibukannya mengawasi kegiatan tersebut.

Fritz dan beberapa anggota komunitas solidaritas merah-putih (Solmet) kompak mengenakan kaos putih. Di kaos putih itu, terdapat tulisan berwarna merah, 'Solmet, Solidaritas Merah-putih'

Komunitas ini sudah tiga hari berturut-turut mengadakan kegiatan perpustakaan jalanan di halaman kantor Bank Pitobi, Kamis (16/8 /2018) - Sabtu (18/8 /2018). Dibuka pukul 17.00 dan tutup pukul 21.00 Wita.

Fritz mengatakan dirinya senang ada anak-anak remaja dan orangtua yang mampir untuk membaca. Ia menjelaskan kegiatan perpustakaan jalanan ini dikemas sederhana dan menghibur.

Selain buku-buku, aneka souvenir ditata sedemikian rupa untuk menarik perhatian. Souvenir-souvenir ini, kata Fritz dibuat oleh anggota Solmet untuk dihadiahkan kepada pembaca.

Syaratnya, setelah 30 menit membaca buku apa saja yang sudah disediakan, pembaca wajib menjawab pertanyaan yang diberikan oleh anggota Solmet sesuai dengan apa yang dibaca.

Beberapa anak tampak merengek agar anggota Solmet menemani mereka saat membaca. Dengan lembut anggota Solmet membimbing anak-anak itu. Sesekali mereka bercakap-cakap. Suasana penuh akrab itu, disaksikan oleh orangtua yang hadir mengantar anak mereka.

Seorang ibu tersenyum haru melihat anaknya bersemangat mencari buku untuk dibaca. Ia mengatakan dirinya tak pernah menyangka anaknya ternyata suka buku.
"Jujur saya terharu melihat dia begitu bersemangat. Setelah ini saya akan cari tahu buku apa saja yang ia sukai," katanya.

Fritz mengatakan, menumbuhkan minat baca pada anak itu tidak gampang, apalagi di era digital ini.

"Saya kira butuh pendampingan yang intens dari orangtua. Dimana harus bisa mengkondisikan suasana dan situasi agar anak mereka bisa tertarik untuk membaca," ungkapnya. (*)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved