Berita Kesehatan

3 Penyebab Utama Rentan Kena Penyakit Kronis di Usia Remaja

Penyakit kronis tidak menular seperti penyakit jantung, hipertensi, dan diabetes selama ini dijuluki sebagai "penyakit kakek-nenek".

3 Penyebab Utama Rentan Kena Penyakit Kronis di Usia Remaja
KOMPAS.com/CreativaImages
Ilustrasi kegemukan 

POS-KUPANG.COM - Penyakit kronis tidak menular seperti penyakit jantung, hipertensi, dan diabetes selama ini dijuluki sebagai "penyakit kakek-nenek".

Namun dari tahun ke tahun, makin banyak temuan diagnosis penyakit kronis pada remaja dan anak-anak usia belia.

Serangan penyakit itu semakin ke sini seolah tidak kenal usia. Maka mereka yang berusia remaja sebenarnya tidak benar-benar terbebas dari risiko penyakit kronis.

Baca: Sekoci Wisatawan Australia Hanyut Dibawa Arus di Perairan Lembata

Data dari Riset Kesehatan Dasar 2013 menunjukkan bahwa dari 25,8 persen total kasus hipertensi nasional, kurang lebih 5,3% di antaranya terjadi pada remaja berusia 15-17 tahun; laki-laki 6% dan perempuan 4,7%. Sementara itu, 5,9% anak Indonesia berumur 15-24 tahun mengidap asma.

Sementara kasus diabetes pada anak di bawah 18 tahun mengalami peningkatan yang sangat tinggi dalam lima tahun terakhir, yaitu hingga 500% dari sebelumnya.

Menyambung data Riskesdas 2013, penyakit kronis tidak menular menyebabkan 71 persen dari total kematian.

Termasuk di antaranya penyakit jantung (37 persen), kanker (13 persen), penyakit pernapasan kronik seperti asma dan PPOK (5 persen), diabetes (6 persen), dan penyakit kronis lainnya (10 persen).

Risiko penyakit kronis umumnya dipengaruhi oleh genetik turunan dalam keluarga dan lingkungan sekitar. Namun khusus pada remaja, faktor risiko utamanya adalah gaya hidup buruk seperti merokok, kebiasaan makan tidak sehat, dan kurang gerak.

Hal tersebut diungkapkan dr. Theresia Sandra Diah Ratih, MHA, Kepala Sub Direktorat Penyakit Paru Kronik dan Gangguan Imunologi, Direktorat Penyakit Tidak Menular, Direktorat, Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan RI seperti dikutip Hello Sehat.

Berdasarkan data Riskesdas 2013, perokok anak usia 15 tahun ke atas sebesar 36.6 persen. Pada 2016, angka ini meningkat hingga 54 persen dari sekitar 65 juta remaja di Indonesia.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help