Berita Kota Kupang

NTT Harus Punya 1 Juta Pohon Kelor

Gubernur NTT Terpilih, Victor Bungtilu Laiskodat menegaskan agar ke depan dapat digalakkan program budidaya daun kelor di wilayah NTT.

NTT Harus Punya 1 Juta Pohon Kelor
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Gubernur NTT Terpilih, Victor Bungtilu Laiskodat pada acara Reuni 30 tahun Alumni Spensa 88 di SMP Negeri 1 Kupang, Sabtu (18/8/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Gubernur NTT Terpilih, Victor Bungtilu Laiskodat menegaskan agar ke depan dapat digalakkan program budidaya daun kelor di wilayah NTT.

Menurutnya, daun kelor yang ditetapkan WHO dan dikenal dunia sebagai pohon ajaib ini dapat memberi manfaat yang besar tidak hanya dalam bidang kesehatan tetapi juga dalam bidang ekonomi.

Ha ini disampaikan Victor Bungtilu Laiskodat pada saat acara Reuni 30 tahun Alumni Spensa 88 di SMP Negeri 1 Kupang, Sabtu (18/8/2018).

Baca: Sambut Dies Natalis Ke-57, Undana Kupang Bersihkan Sampah di Pesisir Pantai Kota Kupang

Victor mengatakan di hadapan ratusan alumni serta undangan yang hadir, akan menggalakkan budidaya kelor secara luar biasa karena kelor dapat menjadi kekuatan dalam hal kesehatan serta dapat mendatangkan devisa bagi daerah dan negara.

"Yang pasti kan kita akan menggalakkan budidaya kelor secara luar biasa, karna itu kan sesuatu yang menjadi kekuatan untuk bukan hanya masyarakat NTT tapi juga untuk melayani dunia sehingga dapat mendatangkan devisa bagi negara ini dan bagi NTT," ungkapnya.

Victor juga menegaskan bahwa NTT harus punya minimal 1 juta pohon kelor yang dibudidayakan di wilayah NTT. "NTT harus punya 1 juta pohon kelor, mungkin tidak bisa pool tapi harus," ungkapnya.

Menurutnya, kelor di NTT merupakan Kelor endemik NTT yang memiliki jenis yang hampir sama dengan jenis pohon kelor di Sspanyol, dengan citarasa bau seperti daun pandan dan memiliki khasiat yang luar biasa untuk kesehatan, baik itu untuk merangsang kecerdasan otak, maupun mengobati berbagai macam penyakit lainnya termasuk untuk menghilangkan unsur narkotik dalam darah.

Ia juga menjelaskan nama marungga/kelor terpendam karena ada permainan mafia obat dunia sehingga menekan penggunaan dan pemanfaatan kelor secara luas. Sehingga, ke depan ia tetap akan mengkampanyekan kelor sebagai sumber nutrisi dan sumber pendapatan ekonomi yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved