Berita Nasional

Ini Langkah Strategis Pemerintah Atasi Persoalan Air di Indonesia

Sebagai sumber daya alam yang penting dalam kehidupan masyarakat, air dan segala persoalannya menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.

Ini Langkah Strategis Pemerintah Atasi Persoalan Air di Indonesia
KOMPAS.com/Dok. Humas Ditjen SDA
Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Hari Suprayogi mengatakan, salah satu antisipasi musim kemarau tahun ini adalah dengan memeriksa jumlah air di waduk yang menjadi sumber irigasi premium. 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Sebagai sumber daya alam yang penting dalam kehidupan masyarakat, air dan segala persoalannya menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.

Jaminan ketersediaan dan kualitas air bagi seluruh masyarakat Indonesia terus diupayakan oleh pemerintah, dalam hal ini oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Alam (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Berdasarkan data yang dihimpun BMKG, sepertiga wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau sejak Mei 2018 lalu.

Baca: Kepala Basarnas Tepati Janji, Kapal SAR Tiba di Maumere

Kondisi ini pun menjadi bahan pertimbangan Ditjen SDA untuk menyiapkan langkah strategis dalam mengantisipasi kekeringan baik di sawah maupun di daerah lainnya.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Hari Suprayogi mengatakan, salah satu persiapannya adalah dengan memeriksa jumlah air di waduk yang menjadi sumber irigasi premium.

"Kita punya 231 waduk yang punya jaringan irigasi premium, yaitu jaringan irigasi yang ketersediaan airnya dijamin oleh waduk. Dari jumlah air yang ada sekian ditambah dengan prediksi dari BMKG, nanti akan kita dapatkan perhitungan," kata Hari beberapa waktu lalu.

Hasil penghitungan ini kemudian dijadikan acuan untuk memperkirakan luas lahan yang mendapatkan air dari sistem irigasi tersebut.

Sementara sisanya, akan dibantu pemerintah lewat pompa sentrifugal dan sumur-sumur dangkal. Pembangunan bendungan Usaha untuk menjamin ketersediaan air ini pun diwujudkan melalui pembangunan bendungan di berbagai daerah.

Sebanyak 65 bendungan masuk dalam anggaran periode 2014-2019. Adapun 7 bendungan telah selesai dibangun pada 2017, sementara 34 lainnya sedang dalam tahap pembangunan, dan 8 bendungan lainnya akan dibangun dengan anggaran 2019.

Pada periode 2015-2019 ini, sebanyak 29 bendungan ditargetkan akan selesai. Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan rincian 5 bendungan pada 2015, masing-masing dua bendungan pada 2016 dan 2017, 8 bendungan pada 2018, serta 12 bendungan pada 2019.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help