Berita Pahlawan dari Perbatasan

Di Balik Aksi Heroik Johny Kala Ternyata Kehidupannya Memprihatinkan, Orang ini Ungkap Faktanya

Di Balik Aksi Heroik Johny Kala Ternyata Kehidupannya Memprihatinkan, Orang ini Ungkap Faktanya

Di Balik Aksi Heroik Johny Kala Ternyata Kehidupannya Memprihatinkan, Orang ini Ungkap Faktanya
Foto Mariano untuk POS-KUPANG.COM
Johny Kala dan kedua orangtuanya di depan rumah sederhana mereka 

Lima orang kakaknya sudah berkeluarga dan tinggal di rumah sendiri namun sehari-hari bekerja sebagai petani tani dan kadang sebagai tukang ojek.

Saat ini, Jhony dan Kakak nomor tujuh Longginus Manek (17) SMP Kelas III, Kakak Nomor enam, Joaqino Carvalho Marcal SMA Kelas III (20) tinggal bersama kedua orang tua Bapak Victorino Fahik Marchal dan Ibu Lorensa Gama.

Baca: Jakarta Utara Bakal Tenggelam Tahun 2050

Baca: Pertama Kali, Upacara HUT Ke-73 RI di PLBN Entikong Berlangsung Khidmat

Baca: Sinta Bachir Akan Menikah Lagi dengan Duda Beranak Tiga

Untuk diketahui, bapak Johny yakni Victorino Fahik Marchal adalah seorang komandan peleton (danton) salah satu organisasi Pasukan Pejuang Integrasi yakni Besi Merah Putih (BMP) ketika masih di Balibo, Timor Leste.

Kini, mereka tinggal di Dusun Halimuti, RT 12, RW 05, Desa Silawan.

Mereka tinggal di lahan sendiri beli saat mengungsi tahun 1999 ukuran 25 X 40 meter. Sedangkan rumah yang mereka tempati adalah rumah bantuan pemerintah indonesia sejak tahun 2005/2006.

Selama ini sejak tiga tahun terakhir, Bapaknya Johny tidak kerja karena menderita Asma.

Sedangkan Ibunya yang bekerja dan pada musim asam, kumpul/petik asam lalu jual (timbang), jual kayu kering/kayu bakar dan bakar/jual roti (paung) dibantu Jhony.

"Sebelum ke sekolah, Jhony jual roti paung dulu, setelah pulang sekolah Jhony ke hutan untuk cari dan petik Asam," kisah Mariano mengutip penuturan Siqito.

Mariano berharap, puja-puji yang dilantunkan terhadap aksi heroik ini tidak sebatas euforia saja tetapi dibarengi aksi nyata dan niat tulus untuk memperbaiki kesejahteraan keluarga Johny dan juga memperharikan nasib para warga Indonesia kelahiran Timor-Timur yang hingga kini masih menderita.

Sebelumnya diberitakan, upacara Bendera peringatan HUT ke-73 RI di Perbatasan Negara RI-Timor Leste menyisahkan ceritera tersendiri.

Halaman
1234
Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved