Berita Pahlawan dari Perbatasan

Di Balik Aksi Heroik Johny Kala Ternyata Kehidupannya Memprihatinkan, Orang ini Ungkap Faktanya

Di Balik Aksi Heroik Johny Kala Ternyata Kehidupannya Memprihatinkan, Orang ini Ungkap Faktanya

Di Balik Aksi Heroik Johny Kala Ternyata Kehidupannya Memprihatinkan, Orang ini Ungkap Faktanya
Foto Mariano untuk POS-KUPANG.COM
Johny Kala dan kedua orangtuanya di depan rumah sederhana mereka 

Menurutnya, keberadaan Johny sebagai anak pejuang integrasi timor-timur tentu rakyat senusantara juga mengetahui keterbatasan hidup terutama kehidupan ekonomi selama ini yang sangat memprihatinkan.

Keterbatasan ekonomi dan keterbatasan dalam segala apsek kehidupan anak pejuang Timor- Timur yang boleh dibilang selama hampir 20 tahun sengaja dipandang sebelah mata bahkan sengaja didiamkan baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Baca: Berto Bire Tenggelam Saat Mandi Bersama Kawannya di Cekdam Manutapen

Baca: Ramalan Zodiak Hari ini - Capricorn Harus Lakukan ini Jika Ingin Rengkuh Lagi Cintanya

Baca: Ramalan Zodiak Besok Minggu 19 Agustus 2018, Cancer Nikmati Kebersamaanmu!

Johny dan Menpora
Johny dan Menpora ()

Bahwa meski kehidupan ekonomi pejuang dan anak pejuang integrasi timor-timur sungguh sangat memprihatinkan namun semangat nasionalisme dan patriotisme tidak pernah surut terhadap NKRI.

"Aksi Jhony yang secara spontan dan nekad memanjat tiang bendera untuk meraih ujung tali yang putus agar dapat kembali mengibarkan bendera Merah Putih bukanlah sebuah kebetulan, ada misteri di balik itu semua," ujar Mariano.

Didihan darah pejuang Jhony mendorongnya untuk bertekad nekad tanpa memikirkan resiko yang harus dibayar dengan nyawanya sekalipun. Bagi Jhony, apapun yang terjadi, Merah Putih harus dikibarkan.

"Joni menjadi Heroik karena patriotismenya. Berkat melalui seorang anak yang lugu dgn latar belakang sosial ekonomi yang sangat memprihatinkan," tambah Mariano.

Dikatakannya, peristiwa yang menyadarkan bahwa bukan hanya Jhony, tapi masih ada ribuan anak khususnya anak pejuang timor-timur dan anak Belu yang kondisi ekonomi sosialnya masih memprihatinkan namun sangat memeliki rasa nasionalisme yang tinggi.

Baca: Ini Langkah Strategis Pemerintah Atasi Persoalan Air di Indonesia

Baca: Kepala Basarnas Tepati Janji, Kapal SAR Tiba di Maumere

Baca: Jokowi Datang Pakai Motor Gede ke Pembukaan Asian Games 2018

"Saya berharap aksi heroik Jhony tidak hanya mendapat apresiasi dengan pujian Nasionalisme, tetapi menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk tidak lagi mengabaikan kondisi kehidupan Jhoni sebagai anak perbatasan terutama anak pejuang," tegasnya.

Kondisi keterbatasan secara ekonomi keluarga Johny Kala ini diperkuat lagi oleh Siqito Umberto yang merupakan Suami Octaviana Bete Kakak perempuan Jhony.

Menurut Siqito, Jhony merupakan anak bungsu dari sembilan bersaudara. Mereka ada empat orang laki-laki dan lima orang perempuan. Satu saudari Johny sudah meninggal dunia.

Halaman
1234
Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved