Berita Kabupaten Manggarai Timur

‬Camat Kota Komba Sesali Tindakan Kades Pong Ruan dan Stafnya

Herman Jebarus mengaku tindakan Kades Pong Ruan bersama dua stafnya menganiaya Fernandes Jalang lalu dibuatkan dalam video sungguh sangat tidak benar

‬Camat Kota Komba Sesali Tindakan Kades Pong Ruan dan Stafnya
POS-KUPANG.COM/ARIS NINU
Camat Kota Komba, Herman Jebarus 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG-COM|BORONG--Camat Kota Komba, Herman Jebarus mengaku tindakan Kades Pong Ruan bersama dua stafnya menganiaya Fernandes Jalang lalu dibuatkan dalam video sungguh sangat tidak benar dan disesali.

"Sebagai aparat desa harus diselesaikan dengan hukum adat di desa bukannya melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Kalau Fernandes melakukan pelanggaran biarlah diproses tapi jangan dianiaya. Bagi warga yang tidak puas dengan perbuatan Fernandes pasti puas tapi tindakan kades harus jangan melakukan tindakan fisik. Ini yang saya sesali. Saya selaku camat akan panggil kades agar melakukan klarifikasi," kata Camat Kota Komba, Herman Jebarus yang dihubungi POS-KUPANG.COM di Borong, Sabtu (18/8/2018) pagi.

Camat Herman menegaskan, tindakan terhadap Fernandes sudah melanggar hukum. sehingga kalau ada laporan ke polisi tentunya akan diproses secara hukum.

"Kenapa sudah ada kesepakatan mau diselesaikan secara adat pada tanggal 23 September 2018 mendatang tapi harus pakaian kekerasan. Harusnya diselesaikan dengan ketentuan bukannya menganiaya. Apalagi dimuat lagi oleh orang di media sosial," ujar Camat Herman.

Untuk diketahui, aksi kekerasan atas Fernandes Jalang, warga Desa Pong Ruan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) yang dilakukan Kades Pong Ruan, DL bersama Kaur SL dan Ketua RW 03 Melar, SA yang diupload di media sosial (Medsos) kini beredar luas dan menjadi bahan diskusi pengguna medsos.

Pengguna medsos pun penasaran kenapa sang kades bisa melakukan tindakan yang terpuji atas warganya.

Dalam video yang beredar lalu diperoleh POS-KUPANG.COM, Jumat (17/8/2018) siang, tampak Fernandes yang tak menggenakan baju diadili di depan warga oleh Kades Pong Ruan bersama stafnya.

Fernandes dipukul lalu diinjak serta disirami dengan air.

Beredarnya aksi kekerasan yang dimuat warga di medsos membuat POS-KUPANG.COM melakukan pengecekan di Desa Pong Ruan, Kecamatan Kota Komba.

Halaman
12
Penulis: Aris Ninu
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help