Berita Malaka

Yohanes Tay Ruba: Gaung RPM Sangat Kuat

program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) sangat kuat dibandingkan beberapa program tanaman sejenis di kabupaten lainnya di NTT.

Yohanes Tay Ruba: Gaung RPM Sangat Kuat
POS KUPANG/TENY JENAHAS
Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Yohanes Tay Ruba

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS -KUPANG.COM| BETUN---Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Yohanes Tay Ruba mengatakan, gaung program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) sangat kuat dibandingkan beberapa program tanaman sejenis di kabupaten lainnya di NTT.

Di Kabupaten Malaka, program RPM sangat fokus sehingga peningkatannya sangat nampak, seperti komoditi bawang merah, baik peningkatan luas tanam maupun produksi.

Tay Ruba mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, saat ditemui usai penanaman bawang merah di Desa Builaran, Selasa (14/8/2018).

Menurut Tay Ruba, program tanaman sejanis, seperti jagung, padi dan bawang ada juga di beberapa kabupaten di NTT dengan nama program yang berbeda-beda. Misalnya di Manggarai namanya gerakan hortikultura, di Ngada perak hortikultura, di Flotim, di Sumba Barat Daya, di Rote Ndao, di TTU namanya sari tani.

Untuk Malaka namanya RPM dan trend program ini sangat kuat diikuti dengan peningkatan, baik produksi maupun produktivitasnya.

Menurut Tay Ruba, upaya khusus (upsus) beberapa komoditi yang biasa disingkat Pajale ini dilakukan oleh sejumlah pemerintah kabupaten di NTT, namun peningkatan usahanya tergantung pada kesuburan tanah, ketersedian air dan iklim. Untuk kabupaten Malaka, peningkatannya sangat bagus.

Menurut Tay Ruba, sampai dengan tahun 2018, ketersedian pangan jenis padi di setiap kabupaten se NTT sudah di atas 60 persen di NTT dan jagung sudah 90 persen. Sedangkan yang masih kurang adalah kacang hijau dan kedelai.

Rendahnya ketersedian padi, kacang hijau dan kedelai ini karena tidak semua lahan bisa diolah sampai pada musim tanam kedua. Masih banyak lahan di sejumlah kabupaten yang tidak diolah pada musim tanam kedua karena ketersedian air terbatas.

Terkait masalah ini, Pemerintah Provinsi NTT melalu Dinas Pertanian melakukan berbagai upaya seperti memperbaiki irigasi, memberi bantuan mesin pompa air dan bantuan lainnya yang mendukung kegiatan pertanian.

Ditanya mengenai ketahanan pangan NTT tahun 2018, Tay Ruba mengatakan, ketersedian pangan di NTT tahun 2018 ini masih cukup. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved