Berita Regional

Simpan Sabu Dalam Anus, WNA Asal Malaysia Ini Tertangkap di Palembang

Modus Riduan (31)WNA asal Malaysia menyeludupkan sabu dengan menyimpannya di dalam dubur tercium jajaran Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang.

Simpan Sabu Dalam Anus, WNA Asal Malaysia Ini Tertangkap di Palembang
KOMPAS.com/Aji YK Putra
Tersangka Riduan warga negara asal Malaysia yang tertangkap tangan menyelundupkan sabu ke Palembang, melalui anus 

POS-KUPANG.COM | PALEMBANG - Modus Riduan (31) Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia menyeludupkan sabu dengan menyimpannya di dalam dubur tercium jajaran Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang.

Riduan diketahui hendak menyelundupkan 266,84 gram sabu untuk diedarkan di Palembang.

Terbongkarnya aksi Riduan tersebut, setelah petugas mendapatkan informasi akan adanya transaksi narkoba yang diselundupkan dari Malaysia.

Baca: Kapal Feri KMP Bandeng dari Tobelo Tujuan Bitung Dikabarkan Tenggelam

Dari sana petugas melakukan penyelidikan dan menangkap Riduan saat berada di kawasan Jalan Jendral Sudirman, KM 3, Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang.

Saat ditangkap, petugas tak mendapatkan barang bukti apapun dari Riduan. Setelah penyelidikan mendalam, sabu ternyata disembunyikan di dalam lubang anus dengan menggunakan kapsul.

"Setelah dibawa ke RS Bhayangkara Palembang, barulah dketahui seluruh narkoba itu disembunyikan di tubuh tersangka," kata Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono, Selasa (14/8/2018).

"Setelah dikeluarkan melalui bagian belakang tubuh, terdapat 7 buah bungkus bahan karet yang di dalamnya berisi sabu dan obat happy five," tambahnya.

Selain itu, Riduan mengaku telah dua kali menyelundupkan sabu ke Palembang dengan modus menyembunyikan di bagian tubuh.

"Dia membawa barang itu dari Johor naik kapal laut menuju Batam. Selanjutnya naik pesawat ke Palembang. Dalam satu kali antar dia mendapatkan upah Rp 60 juta," jelasnya.

Riduan dijerat pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman kurungan penjara 15 tahun dan hukuman mati. Keduanya kini mendekam di sel tahanan Polres Cimahi untuk dilakukan pengembangan penyelidikan lebih lanjut. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved