Berita Kabupaten Ende

Kabupaten Ende Terkenal Dengan Toleransi

masyarakat agar tidak bersikap anarkis apabila menemukan adanya kejanggalan dalam pendirian tempat ibadah

Kabupaten Ende Terkenal Dengan Toleransi
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
Kandepag Ende, Drs Wilhelmus Yohanes Ndoa 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM|ENDE-- Kabupaten Ende saat ini terkenal dengan toleransi dan persaudaraan antar umat beragama maka dengan demikian hal itu harus terus terjaga baik untuk masa sekarang dan masa yang akan datang. Oleh karena itu jangan sampai toleransi ternoda karena soal pendirian tempat ibadah.

Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Ende, Drs Wilhelmus Yohanes Ndoa mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Rabu (15/8/2018) ketika dimintai komentarnya terkait dengan pendirian tempat ibadah di Kabupaten Ende.

Wilhelmus mengatakan bahwa sebagai lembaga yang dipercaya oleh Negara dalam hal kaitan dengan agama .

Pihaknya meminta kepada masyarakat agar tidak bersikap anarkis apabila menemukan adanya kejanggalan dalam pendirian tempat ibadah.

Harus selalu berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan juga forum kerukunan umat beragama serta Kementrian Agama guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Wilhelmus mengapresiasi semangat persaudaraan yang ada di Kabupaten Ende meskipun banyak perbedaan baik itu agama maupun suku dan ras namun demikian semangat kebersamaan sebagai satu bangsa dan satu tanah air dans ebagai sesame warga masyarakat Kabupaten Ende masih terus terjaga hingga kini.

Dia berharap agar semangat kebersamaan yang telah ada itu terus terjaga karena untuk membangun suatu daerah dibutuhkan kebersamaan tanpa memandang latar belakang agama ataupun suku maupun ras.

“Janganlah kita terpecah belah oleh fanatisme sempit ataupun radikalisme karena bagaimanapun kita semua adalah saudara sebagai sesame warga masyarakat Kabupaten Ende secara khusus dan Indonesia secara umum,” ujarnya.(*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help