Berita Kabupaten Sumba Barat Daya

Guru Steven Lakukan Posyandu Babi di Sumba. Begini Kisah Suksesnya

Dari hasil penimbangannya, kata Steven, babi yang mengonsumsi pakan dari PT Malindo Feedmill Tbk dalam sehari berat badannya

Guru Steven Lakukan Posyandu Babi di Sumba. Begini Kisah Suksesnya
POS KUPANG/GERARDUS MANYELA
Steven sedang menimbang babi di Posyandu 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Gerardus Manyella

POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA -Steven Bulu Laka, warga Desa Kabali Dana, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya melakukan pos pelayanan terpadu (Posyandu) babi.

Setiap minggu guru SMP Kristen Rara ini memikul timbangan masuk keluar kampung menemui kelompok peternak untuk menimbang babi yang telah diberikan pakan produk PT Malindo.

Steven menuturkan itu kepada wartawan dalam kegiatan AIP-Rural Journalist Workshop and Field Visit NTT di Kabupaten Sumba Barat Daya, Selasa (15/8/2018).

Dari hasil penimbangannya, kata Steven, babi yang mengonsumsi pakan dari PT Malindo Feedmill Tbk dalam sehari berat badannya naik 500-700 gram jika dibandingkan babi yang diberi pakan dedak atau limbah makanan rumah tangga yang naik hanya puluhan gram bahkan tidak sama sekali.

Baca: Ramalan Zodiak Besok Kamis 16 Agustus 2018, Aquarius Jangan Lakukan Transaksi Besar Hari Ini

Posyandu itu, kata Steven, diprioritaskan kepada 90 orang peternak babi yang bergabung dengan dirinya. Steven yang adalah agen pakan prodak PT Malindo mengatakan, dirinya juga membentuk kelompok arisan pakan mulai seminggu 1 hingga 5 kg.

Kelompok arisan ini beranggotakan 15 orang peternak dan melibatkan ibu-ibu yang kemudian membentuk kelompok arisan sendiri dan telah menjadi Credit Union (CU).

Arisan itu bertujuan meringankan peternak yang tak mampu secara ekonomi. Setiap minggu anggota arisan hanya menyiapkan Rp 20 ribu yang kemudian naik Rp 50 ribu untuk membeli pakan ternak.

Saat ini, kata Steven, dirinya telah melebarkan sayap ke desa tetangga Nuakoba untuk memperkenalkan dan mempromosikan keunggulan pakan PT Malindo. Saat itu ada yang bertanya pakai apa sehingga babi milik Steven gemuk.

Baca: BERITA POPULER : Parade Foto KPop BTS Answer, Ramalan Zodiak Dan 7 Drakor

Dia mengaku menggunakan pakan, lalu ditanya apa itu pakan? Dia menjelaskan pakan itu makanan untuk babi cepat gemuk dan sehat sehingga cepat dijual. Dengan demikian peredaran uang peternak babi lebih cepat dan kesejahteraannya meningkat.

Dengan beternak babi, kata Steven,dirinya mendapatkan penghasilan tambahan yang melebihi gajinya sebagai guru PNS. Selain beternak babi, Steven mendapat penghasilan tambahan dengan menjual pakan produk PT Malindo sehingga bisa menyekolahkan empat orang anaknya hingga perguruan tinggi. Saat ini putri sulungnya kuliah kebidanan di Malang, Jawa Timur.

Steven menambahkan, saat ini dirinya menjual lima ton pakan setiap bulan. Pakan itu dijual dengan harga eceran Rp 10.000/kg dan per karung isi 50 kg antara Rp 400 ribu sampai Rp 450 ribu.

Baca: Keren, Film, Drama, Animasi dan Webtoon Rekomendasi BTS. Ternyata Ini Film Kesukaan Jungkook

Steven juga menerima barter anak babi usia dua bulan dengan pakan ternak. Itu dilakukan untuk memudahkan peternak rumah tangga yang hanya memelihara dua sampai lima ekor babi.

Steven menyebutkan, lima kelompok arisan tersebar di Desa Watulambar, Langgalete, Kabali dan Luakoda.Ditanya soal kendala, Steven menuturkan keterlambatan pasokan pakan dari distributor akibat kapal terlambat masuk.

Hal ini juga diakui Manajer Marketing PT Malindo Feedmill Tbk,Wahyu Jatmiko yang ditemui di Resto Asumba Hijau, Rabu (15/8/2018) malam. Wahyu mengakui, cuaca dan ekspedisi menjadi kendala utama distribusi pakan di Pulau Sumba khususnya dan NTT umumnya. *

Penulis: Gerardus Manyela
Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help