Berita Sumba Barat Daya

Cerita Stefanus, Sang Pendiri Posyandu Babi di Sumba Barat Daya

Senyum bahagia tersungging dari mulut Stefanus B Laka (51), saat rombongan wartawan

Cerita Stefanus, Sang Pendiri Posyandu Babi di Sumba Barat Daya
KOMPAS.com/Sigiranus Marutho Bere
Stefanus B Laka saat menimbang berat badan seekor babi. 

POS-KUPANG.COM | TAMBOLAKA - Senyum bahagia tersungging dari mulut Stefanus B Laka (51), saat rombongan wartawan dan tim dari Promoting Rural Income Trough Support for Markets in Agriculture (Prisma) mendatangi kediamannya di Desa Kabali Dana, Kecamatan Wewewa Barat, Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (15/8/2018) siang.

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai Kepala SMP Kristen Wewewa Barat itu bersama sejumlah rekannya yang lain sudah menunggu kedatangan rombongan jurnalis dan tim Prisma.

Meski di siang hari, namun udara terasa sejuk, karena cuaca saat itu sedang mendung.

Baca: Maia Estianty Lambaikan Tangan Saat Ditanya soal Penjualan Rumah Ahmad Dhani

Awan nyaris menumpahkan titik air, tanda hujan akan turun. Tim pun dipersilakan duduk di kursi plastik yang disusun rapi persis di teras depan rumah sederhana milik Stefanus.

Constantinus Joel Tukan selaku Senior Business Consultant dari Prisma, kemudian membuka diskusi tentang aktivitas keseharian Stefanus di luar pekerjaan pokoknya, yakni sebagai peternak babi.

Mengenakan kaos oblong berwarna merah bercampur kuning yang dipadu dengan celana kain dan sepatu kets putih, Stefanus mulai menceritakan secara detail kegiatan beternak babi yang dirintisnya satu tahun terakhir ini.

Menariknya, saat menjelaskan terkait proses dirinya beternak babi, Stefanus menyampaikan bahwa dirinya telah mendirikan posyandu babi.

Posyandu itu dibuat untuk mengetahui berat badan babi setelah mengonsumsi pakan ternak yang diproduksi perusahaan Malindo.

"Posyandu ini saya buka setiap hari mulai pukul 15.00 Wita hingga 16.00 Wita," ucap Stefanus.

Selain menunggu di rumahnya, Stefanus juga membawa timbangan dan berkeliling ke sejumlah peternak di desanya dan juga di desa tetangga lainnya.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved