Berita Kabupaten Kupang

BPTP NTT Terapkan Hasil Temuan Jagung Jenis NASA29 di Sulamu

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT berhasil menemukan inovasi baru dalam bidang pertanian khususnya tanaman jagung.

BPTP NTT Terapkan Hasil Temuan Jagung Jenis NASA29 di Sulamu
POS-KUPANG.COM/Edi Hayong
Kegiatan penanaman jagung varietas baru Nasa29 di Desa Oeteta, Kecamatan Sulamu, Selasa (15/8/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM | SULAMU - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT berhasil menemukan inovasi baru dalam bidang pertanian khususnya tanaman jagung.

Para peneliti dari BPTP NTT menemukan jagung jenis NASA29 yang merupakan hasil persilangan jagung varietas nakula dan sadewa.

Saat ini dilakukan kajiterap untuk kelompok tani "Tekad" dan "Satu Hati" dengan luas tanam 8,5 hektar.

Baca: Sekretaris DPRD Lembata, Burhan Kia: Lebih Cepat PAW Lebih Baik

Penanggung jawab Penyuluh Kajiterap, Ir. Adriana Bire, M.Sc, menyampaikan hal ini pada penanaman perdana jagung NASA29 di kebun percontohan BPP Kecamatan Sulamu di Desa Oeteta, Rabu (15/8/2018).

Adriana menuturkan, penemuan jagung jenis NASA29 oleh BPTP NTT ini pertama kali oleh peneliti, Dr. Toni Basuki dan pertama kali diterapkan di Kabupaten Malaka.

Pola penanamannya menggunakan sistem tata tanam jalur ganda atau teknologi rel ganda (double track) dengan jarak tanam 100 cm x 40 cm x 20 cm (satu biji perlubang tanah). Setelah sukses di Malaka, saat ini pihaknya menerapkan kajiterap di wilayah Kabupaten Kupang khususnya di Kecamatan Sulamu di wilayah BPP Oeteta.

Kawasan Oeteta ini menjadi sentra pengembangan jagung jenis NASA29 jika berhasil maka bibitnya akan disebarkan ke seluruh wilayah NTT.

"Keunggulan dari tanaman jagung ini dapat memanfaatkan cahaya matahari. Penataan tanam jagung yang selama ini biasanya 2-3 biji di satu lubang pada inovasi ini pola 1 lubang 1 biji jagung yang bisa menghasilkan 71 batang jagung tegakan. Keuntungannya memanfaatkan semua iklim cuaca," jelasnya.

Menurut Bire, selama ini untuk mendatangkan bibit jagung jenis NASA29 didatangkan dari Maros, Sulawesi untuk jenis jantan dan brtina lalu dilakukan persilangan. Tapi dengan hasil temuan oleh BPTP NTT maka sudah bisa produksi sendiri.

"Usia panen rata-rata 93-112 hari. Kita sekarang si BPTP NTT kembangkan di atas lahan 10 hektar untuk bibit. Jadi warga yang pesan bisa langsung ke BPTP," katanya.

Ketua Kelompok Tani Satu Hati, Bernadus Lito dan Penyuluh, Jhon Bulu Manu mengapresiasi pola tanam penemuan baru ini. Keduanya berharap hasil yang diperoleh pada panen nanti cukup baik.

"Kami senang sekali dengan sistem tanam penemuan baru ini. Karena masih baru dan kita baru diberikan contoh maka hasilnya belum bisa kita ketahui seperti apa nanti. Tapi ini teknologi baru yang sangat bagus,' ujar Lito. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved