Berita Sumba Timur

Ada Guru Mengeluh Tarif Sumbangan di Kemenag Sumba Timur untuk Hari Amal Bakti

sejumlah guru di Sumba Timur mengeluh tarif sumbangan memeriahkan Hari Amal bakti Kementerian Agama yang direncanakan September 2018

Laporan Reporter POS-KUPANG.com Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU--Ada sejumlah guru di Kabupaten Sumba Timur mengeluh terhadap tarif sumbangan untuk memeriahkan hari Amal bakti Kementerian Agama yang direncanakan pada bulan September 2018 ini.

Keluhan itu disampaikan oleh seorang guru yang meminta namanya untuk tidak dipublikasikan kepada wartawan belum lama ini.

Menurutnya tarif sumbangan yang dikenakan kepada masing-masing para guru begitu tinggi dimana bagi guru kepala sekolah Rp 500.000, guru PNS bersertifikat dikenakan Rp 300.000, bagi guru PNS namun tidak bersertifikat dan guru honor bersertifikat dikenakan Rp 200.000 dan guru honorer dikenakan tarif sumbangan Rp 100.000 perorang.

"Ini sangat mahal, saya tidak mampu saya punya 300 ribu memang, bukan hanya saya tapi ada guru lain juga mengeluh terkait ini. Ini namanya sumbangan ya tergantung pemberian kita berapa pun jumlahnya sesuai kemampuan kita, bukan ditentukan seperti itu,"ungkapnya sambil berulang-ulang meminta untuk namanya dirahasiakan.

Sementara itu, kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Timur Maxy Lak'apu,S.Pd,M.Pd.K ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya, Rabu (15/8/2018) mengatakan, memang tarif itu disampaikan benar dalam rapat panitia dan atas persetujuan bersama panitia, namun tidak mengikat karena merupakan sumbangan.

"Jadi memang dibicarakan dalam rapat dan atas persetujuan bersama oleh panitia, tapi saat itu juga saya tekankan tarif ini boleh ada tetapi tidak terikat karena ini merupakan sumbangan berapapun kemampuan yang diberikan kita terima, kalau pun ada yang tidak memberikan sumbangan ini juga kita tetap terimah,"ungkap Maxy.

Maxy juga mengatakan, pihak panitia membutuhkan sumbangan dari para guru termasuk para pejabat dan pegawai di Kantor Kementerian Agama Sumba Timur itu untuk mendukung kegiatan hari Amal Bakhti pada bulan September 2018 mendatang, sebab tidak ada anggaran dalam Dipa Kantor Kemenag Kabupaten Sumba Timur.

"Jadi kita sangat mengharapkan ada sumbangan karena di dalam Dipa Kantor Kemenag tidak ada anggaranya. Sementara kita mau biaya makan, minum, begitu pulah kegiatan olahraga untuk menyambut hari Amal bakhti itu dan kegiatan lainya ambil uang dari mana, inikan kegiatan kita sendiri. Sumbangan yang kita berikan juga istilahnya dari kita oleh kita dan untuk kita,"ungkap Maxy.

Maxy juga mengatakan, pada tahun 2018 ini seluruh kantor Kemenag di empat Kabupaten di daratan Sumba akan menyelenggarakan secara bersama-sama hari Amal bakti tersebut di Kantor Kemenag Kabupaten Sumba Timur.

"Jadi ini kali kedua, kali pertama tahun lalu di Sumba Barat Daya yang kita selenggarakan seperti ini. Tujuan kita selenggarakan bersama-sama ini untuk bisa bersilahturahmi antara pegawai di empat Kantor Kemenag ini, karena selama ini yang bisa kenal hanya pimpinan saja, sementara pegawai biasa tidak saling mengenal,"pungkas Maxy. (*)


Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved