Opini Pos Kupang

Kampus, Kempis dan Koruptor

Penelikungan etika dan moral akademik sedang terjadi secara banal dan vulgar di republik ini. Nilai pencerahan seakan

Kampus, Kempis dan Koruptor
Shutterstock
ilustrasi 

Karakter dan tabiat pendidikan seperti di atas sudah saatnya diubah sebab benar-benar menyalahi bahkan menodai hakikat pendidikan itu sendiri.Pendidikan teknis tidaklah dilarang sama sekali.

Pendidikan teknis seperti itu wajib dilandasi oleh pendidikan nilai. Dengan demikian, output yang keluar dari dunia pendidikan tidak hanya mampu merancang gedung pencakar langit tetapi juga sanggup merancang mekanisme kontrol diri atas tawaran hedonistik sebagai buah dari perkembangan zaman termasuk perilaku korup.

Kita butuh model pendidikan yang berupaya menemukan kembali nilai-nilai dasar yang dahulu dipegang kuat oleh masyarakat dan sekarang nilai itu hilang lenyap digerus oleh modernitas. Itu berarti kita harus kembali menggali nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat kita.

Pada titik ini, kurikulum bermuatan lokal harus mendapat porsi yang cukup dalam dunia pendidikan kita. Kita harus jujur mengakui bahwa anak-anak kita saat ini terjebak dalam apa yang disebut sebagai generasi hibrid karena kehilangan tumpuan budaya asalinya.

Generasi hibrid adalah generasi hasil pencangkokan beberapa budaya. Akibatnya, pemahaman anak-anak kita akan budaya lokal pun hanya sejauh budaya hasil pencangkokan tersebut.

Sulit mengharapkan generasi yang benar-benar berkarakter otentik-asli Indonesia jika proses internalisasi pendidikan nilai tidak dilakukan secara terstruktur dalam bingkai kurikulum lokal dan nasional.

Jika karakter pendidikan kita tidak diubah maka genderang korupsi tidak sulut dan mati di negara ini. Selanjutnya pendidikan karakter sejatinya tidak hanya dihafal tetapi harus diimplementasikan.

Elit harus mempraktikkan karakter nilai dari semua ilmu yang telah didapatnya di kelas terlebih dahulu dalam hidup bermasyarakat. Jika tidak, pendidikan karakter akan menjadi utopia belaka. Kita pun harus menangis atas dosa yang dilakukan secara sistematis tersebut. *

Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help