Berita Pilpres 2019

Ini Alasan Dibalik Kenapa Pak JK Menolak Jadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin

Ini Alasan Dibalik Kenapa Pak JK Menolak Jadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin, berikut sejumlah alasannya.

Ini Alasan Dibalik Kenapa Pak JK Menolak Jadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin
Agus Suparto/Fotografer Kepresidenan
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat sedang berbuka puasa bersama di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (29/5/2017). 

POS-KUPANG.COM - Ini Alasan Dibalik Kenapa Pak JK Menolak Jadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan menolak untuk menjadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019 nanti. 

Berikut sejumlah alasan, kenapa Pak JK menolak untuk menjadi ketua tim pemenangan ini.

Baca: Jelang Hari Raya Idul Adha 2018- ini Jadwal & Niat Puasa Arafah Serta Puasa Djulhijjah

Baca: Andi Arief Soal Mahar Politik Rp 500 M: Saya Diperitah Partai untuk Bicara Ini

Baca: Soal Isu Maruf Amin Sering Jenguk Ahok di Rutan Mako Brimob, Ternyata Ini Fakta Sebenarnya

1. Secara teknis susah, siapa yang akan menjalankan pemerintahan

Ketua Tim Ahli Wakil Presiden, Sofjan Wanandi mengungkapan bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla menolak untuk menjadi Ketua Tim Pemenangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019.

"Pak Jokowi itu mintanya (agar JK jadi) ketua tim sukses, tapi setelah berbicara dengan Bu Mega dan lain-lain, Pak JK memberitahukan bahwa secara teknis susah pemerintah siapa yang jalankan?" ujar Sofjan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (14/8/2018).

"Kalau Pak Presiden Jokowi nanti cuti, beliau (Kalla) kan sebagai wakil presiden tentunya akan menggantikan posisi Pak Jokowi. Jadi Pak JK tidak bisa ditempatkan di ketua tim pemenangan," ujar Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni, Sabtu (11/8/2018).

Pasangan capres-cawapres Jokowi-Maruf Amin usai menjalin pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018).
Pasangan capres-cawapres Jokowi-Maruf Amin usai menjalin pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018). (Kompas.com/YOGA SUKMANA)

 2. Ingin fokus sebagai wakil presiden

JK, kata Sofjan Wanandi, menilai bila seorang wapres ikut masuk di tim pemenangan kampanye 2019, maka sama saja dua pimpinan negara, presiden dan wakil presiden, ikut turun langsung di Pilpres. Sedangkan pemerintahan harus tetap berjalan dan perlu ada yang mengendalikan secara langsung.

Baca: 17 Fakta Penting yang Harus Diketahui Setiap ARMY tentang BTS

Baca: Konsep Foto BTS Diambil di Kota Berhantu? Ihh Merinding!

Oleh karena itu, kata dia, Kalla memilih ingin fokus sebagai wapres dan menolak tawaran jadi ketua tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Halaman
12
Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help