Berita Kota Kupang

Di Hadapan Jaksa, Tersangka Pembunuhan Sadis, Eduard Sailana Mengaku Menyesal

Tersangka Eduard Sailana, pelaku pembunuhan sadis kepada Debby Anggraeny Balla alias DAB mengaku menyesal di hadapan jaksa

Di Hadapan Jaksa, Tersangka Pembunuhan Sadis, Eduard Sailana Mengaku Menyesal
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Tersangka Eduard Sailana ketika diperiksa ulang oleh tim jaksa di Kejaksaan Negeri Kupang pada Selasa (14/8/2018) siang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Tersangka Eduard Sailana, pelaku pembunuhan sadis kepada Debby Anggraeny Balla alias DAB mengaku menyesal di hadapan jaksa saat pemeriksaan ulang oleh Kasi Pidum Hederina Malo dan JPU pada Selasa (14/8/2018) di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Kupang, Provinsi NTT.

Dihadapan jaksa, tersangka Eduard Sailana juga dengan tenang mengakui alasan membunuh korban Debby karena sakit hati terhadap korban yang menolak memuaskan nafsu birahinya saat itu.

"Saat korban datang ke tempat kos saya di Kelurahan Oepura, kami sepakati harga Rp 700.000 untuk dua kali permainan, namun permainan pertama belum selesai, korban sudah menolak dan meminta berhenti, sehingga saya pun langsung naik pitam," jelas Eduard yang saat itu didampingi kuasa hukumnya Albert Riwu Kore.

Baca: Paul Liyanto Segera Hadirkan Rumah Sakit dan Hotel Bintang Tiga

Pensiunan guru ini lalu angsung mengambil sebilah pisau dari dalam tasnya kemudian hendak mengarahkan kepada korban hingga korban bereaksi lalu berusaha merebut pisau dari tangan tersangka.

"Saya ambil pisau dari dalam tas lalu mengarahkan kepada korban, sehingga korban merebut pisau itu, namun tidak berhasil sehingga saya langsung menusuk lehernya sebanyak 3 kali," terangnya Eduard.

Korban yang masih sadar itu pun kembali merebut pisau sehingga tersangka makin kesal lalu menikam dada, payudara, perut, rusuk korban secara berulangkali hingga korban tewas mengenaskan.

Sementara itu, hasil otopsi menunjukkan ada 20 tusukan di tunuh korban dengan luka tusukan luar sebanyak 16 luka dan tusukan dalam sebanyak 4 luka.

Hasil otopsi juga menyebutkan penyebab meninggalnya korban akibat luka tusukan pada rongga dada kanan yang menembus paru-paru hingga korlaps yang mengalami pendarahan hebat.

Setelah membunuh korbannya, tersangka kemudian memasukkan jasad korban ke dalam ember dengan posisi kepala dan tangan korban di bagian dasar ember, sedangkan kakinya berada di mulut ember dalam posisi terlipat, lalu menutup rapat ember tersebut.

Untuk menghilangkan jejak perbuatannya, tersangka Eduard kemudian membawa mayat korban di dalam ember ke rumahnya di Oelomin kemudian membuangnya di dalam sebuah sumur kering yang terletak di belakang rumahnya.

"Saya bunuh korban lalu masukkan ke dalam ember kemudian membuangnya ke dalam sumur, semua itu saya lakukan untuk menutupi perbuatan saya, namun saya sangat menyesal telah melakukannya," ungkap Eduard.

Tersangka Eduard yang dilimpahkan oleh pihak Polsek Maulafa Polres Kupang Kota beserta barang buktinya pada Selasa (14/8/2018) siang ke Kejaksaan Negeri Kupang itu, dijerat dengan Pasal 340 KUHP terkait Pembunuhan Berencana juncto Pasal 338 KUHP terkait pembunuhan biasa dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.

Pelimpahan tahap kedua ini dipimpin oleh Kanit Reskrim Ipda Melki Nenobais SH bersama penyidik Polsek Maulafa, Bripka Yanto Nusa dan Bripka Jerry Lans Uly kemudian diterima oleh Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Kota Kupang Hederina Malo dan staf jaksa fungsional.

Sementara itu, tersangka Eduard Sailana didampingi oleh kuasa hukumnya Albert Riwu Kore yang mendampinginya saat menjalani pemeriksaan oleh Jaksa Penuntut Umum. (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved