Berita NTT

BMKG Ajak Masyarakat Perangi Hoax

BMKG Pusat mengajak masyarakat Indonesia bersama-sama memerangi Hoax dengan lebih teliti menanggapi berita atau informasi yang beredar luas.

BMKG Ajak Masyarakat Perangi Hoax
Print Screen Instagram
Ilustrasi: Surat palsu Sekretaris Kementerian PANRB yang dikirim kepada para kepala daerah. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM Maria A E Toda

POS-KUPANG.COM|KUPANG- BMKG Pusat mengajak masyarakat Indonesia bersama-sama memerangi Hoax dengan lebih teliti menanggapi berita atau informasi yang beredar luas.

Melalui siaran pers ya g diperoleh Pos Kupang Selasa (14/8/2018) melalui group WhatsApp BMKG, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyayangkan adanya berita yang memelintir informasi yang disampaikan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) perihal potensi gempa besar di Pulau Jawa.

Baru-baru ini beredar pesan berantai lewat platform Youtube dan pesan instan Whatsapp bahwa akan terjadi gempa dengan kekuatan skala besar khususnya di Pulau Jawa beberapa waktu kedepan.

Disebutkan bahwa kondisi ini akibat meningkatnya aktivitas seismik dengan seringnya terjadi subduksi atau pergerakan lempeng selatan mulai dari Selat Sunda hingga timur Pulau Jawa. Pesan tersebut menyertakan nama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan memuat link Channel Youtube milik Berita Satu.

" Setelah kami (BMKG-red) cek, ini adalah berita lama dan disebarkan ulang. Yang disayangkan, ada pihak yang mengemas dan membumbui pesan ilmiah tersebut sehingga diinterpretasikan sebagai ramalan.

Perlu kami tegaskan kembali bahwa hingga saat ini belum ada satupun teknologi yang mampu memprediksi gempabumi secara presisi mengenai kapan dan berapa kekuatannya," ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, di Jakarta, Senin (13/8/2018.

Dwikorita mengatakan, tidak ada yang salah dengan himbauan LIPI agar masyarakat tetap waspada terhadap peluang terjadinya bencana gempabumi di Indonesia setiap saat.

Hal ini karena Indonesia terletak berada di jalur gempa teraktif di dunia karena dikelilingi oleh Cincin Api Pasifik dan berada di atas tiga tumbukan lempeng benua, yakni, Indo-Australia dari sebelah selatan, Eurasia dari utara, dan Pasifik dari timur. Akan tetapi, lanjut dia, penjelasan kapan dan dimana tempatnya secara lebih rinci masih tanda tanya besar.

"Indonesia adalah satu dari sedikit negara di dunia yang sepenuhnya terletak di dalam kawasan "cincin api" sehingga bencana bisa terjadi sewaktu-waktu. Fakta inilah yang perlu dipahami oleh masyarakat Indonesia," pungkasnya. (*)

Penulis: Maria Enotoda
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved