Berita Kabupaten Ngada

Begini Aksi Nyata Tagana dan Kemensos untuk Korban Kebakaran di Kampung Gurusina, Ngada

Tagana dikerahkan untuk mengevakuasi warga dan mendirikan dapur umum di Kampung Gurusina, Desa Watumanu, Kecamatan Jerebu'u Ngada

Begini Aksi Nyata Tagana dan Kemensos untuk Korban Kebakaran di Kampung Gurusina, Ngada
ISTIMEWA
Aktivitas personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) Indonesia di Kampung Gurusina, Selasa (14/8/2018). 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Sebanyak 30 orang personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) Indonesia dari Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dikerahkan untuk mengevakuasi warga dan mendirikan dapur umum di Kampung Gurusina, Desa Watumanu, Kecamatan Jerebu'u, Kabupaten Ngada yang rumahnya terbakar pada Senin (13/8/2018) sore.

"Tagana dari Kabupaten Ngada telah meluncur ke lokasi pada Senin untuk melakukan evakuasi dan mendirikan Dapur Umum Lapangan. Melalui Dinas Sosial NTT juga disiapkan tenda pengungsian, bantuan permakanan, perlengkapan untuk anak dan dewasa, selimut, dan bantuan logistik lainnya," kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Harry Hikmat di Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Dirjen mengungkapkan sesuai arahan Menteri Sosial, Idrus Marham, dalam kondisi bencana baik bencana alam maupun bencana sosial maka yang perlindungan sosial terhadap korban bencana adalah yang utama.

Pada tahap tanggap darurat bencana kebakaran di Kampung Durusina ini, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas yakni sandang, pangan, dan papan.

Pemandangan kampung adat Gurusina yang sedang terbakar.
Pemandangan kampung adat Gurusina yang sedang terbakar. (Facebook/Watu Yohanes Vianey)

"Untuk kebutuhan pangan telah dikeluarkan cadangan beras pemerintah sebanyak 10 ton dan sekarang sedang tahap pengiriman ke lokasi terdampak bencana. Intinya rakyat tidak boleh merasakan kelaparan di saat bencana, negara harus hadir untuk memberikan perlindungan," terangnya.

Bantuan tersebut, lanjutnya, dibawa oleh Tagana Provinsi NTT sebanyak 10 orang. Mereka akan bergabung dengan tim Tagana Kabupaten Ngada yang telah lebih dulu tiba di lokasi.

"Mereka juga membawa bantuan makanan untuk anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Semoga bantuan ini untuk tahap awal dapat meringankan beban warga setempat," kata Harry.

Ia menambahkan berdasarkan data yang dihimpun Dinas Sosial Provinsi NTT, secara keseluruhan rumah adat yang berada di Kampung Gurusina berjumlah 33 unit, satu pos pariwisata, dan beberapa situs-situs adat di dalamnya, yaitu tiga buah kayu Ngadu (Tiang Adat yang melambangkan wujud laki-laki) dan tiga Rumah Bhaga (Rumah Adat minimalis selaku simbol perempuan yang berfungsi sebagai tempat untuk memberikan sesajian kepada nenek moyang pada saat upacara adat).

Sebanyak 27 rumah adat hangus terbakar, tiga buah Ngadu dan tiga buah Bhaga juga ikut terbakar. Upaya pemadaman dilakukan secara bersama oleh pihak Kepolisian Ngada, dan BNPB Daerah Kabupaten Ngada, serta dibantu juga oleh warga sekitar. Penyebab kebakaran sedang dalam tahap penyelidikan pihak berwajib.

Kampung RUmah Adat Gurusina di Jerebu'u, Kabupaten Ngada
Kampung Gurusina di Jerebu'u, Kabupaten Ngada sebelum terbakar  (net)

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini namun kerugian materiil diperkirakan mencapai miliaran rupiah sebab biaya pembuatan satu unit rumah adat serta prosesi adatnya dapat memakan biaya hingga ratusan juta rupiah. Begitu pun biaya dalam pembuatan tiang Ngadu serta Bhaga.

Halaman
12
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved