Berita Kabupaten Lembata

Sebelum Dideportasi, TKI Dijebloskan ke Penjara

Mereka ditangkap lalu dijebloskan ke dalam penjara. Selama dipenjara, mereka sering dihukum cambuk oleh para petugas.

Sebelum Dideportasi, TKI Dijebloskan ke Penjara
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
TKI asal Lembata, Adonara dan Solor yang dideportasi dari Malaysia dan tiba di Pelabuhan Lewoleba, Minggu (12/8/2018) malam.

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Frans Krowin

POS- KUPANG.COM|LEWOLEBA -- 10 TKI yang dideportasi ke Lembata, ternyata mengalami nasib malang sebelum dipulangkan ke tanah kelahirannya. Mereka ditangkap lalu dijebloskan ke dalam penjara. Selama dipenjara, mereka sering dihukum cambuk oleh para petugas.

Hal ini diungkapkan 10 TKI yang dideportasikan dari Malaysia, ketika ditemui Pos Kupang.Com di Pelabuhan Lewoleba, Kabupaten Lembata, Minggu (12/8/2018) malam. 10 TKI tersebut, 3 di antaranya dari Lembata, 2 asal Solor dan selebihnya dari Adonara.

Para TKI itu, antara lain, Ariestin Gita Rolis Liatnuhun, Ramdan Rari dan John Besaraya asal Witihama, Adonara. Berikutnya, Petrus Huler dan Anselmus Werang dari Solor.

Selain itu, Helena Dominikus, asal Desa Tagawiti, Dias Diki dari Tokojaeng, Donatos Donpito dan Sadiah Reda dari Riabao, Kecamatan Ile Ape.

"Sebelum dipulangkan, kami semua ditangkap lalu dipenjarakan. Saya dipenjarakan sejak April. Ada juga yang masuk penjara sejak Maret 2018. Selama dipenjara kami diperlakukan sewenang-wenang," ujar Dias Siki saat ditemui Pos Kupang.Com di Lewoleba, Minggu (12/8/2018).

Dalam kondisi yang demikian, lanjut Siki, ia dan teman-temannya tak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya bisa menuruti semua perintah dari para petugas. Karena jika protes, lanjut Dias, maka mereka bisa mendapat sanksi yang jaub lebih berat dari yang dialaminya saat ini.

Ia berjanji akan mengurus semua surat dan kelengkapan lainnya secara baik jika hendak kembali ke Malaysia untuk mencari kerja. Sebab saat ini petugas kepolisian Malaysia tak lagi berkompromi dengan TKI yang masuk dan bekerja di Malaysia tanpa membawa dokumen lengkap. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved