Berita Internasional

Perebutkan Kota Ghazni, 100 Tentara Afganistan dan 194 Taliban Tewas

Setidaknya 100 personel militer Afghanistan tewas dalam baku tembak yang sudah berlangsung empat hari untuk mengusir Taliban dari kota Ghazni.

Perebutkan Kota Ghazni, 100 Tentara Afganistan dan 194 Taliban Tewas
KOMPAS.com/AFP/MOHAMMAD ANWAR DANISHYAR
Dalam foto yang diambil pada 12 Agustus 2018 ini terlihat pasukan Afghanistan dan milisi bersenjata berada di sepanjang jalan dekat kota Ghazni. 

POS-KUPANG.COM | KABUL - Setidaknya 100 personel militer Afghanistan tewas dalam baku tembak yang sudah berlangsung empat hari untuk mengusir Taliban dari kota Ghazni.

Demikian pemerintah Afghanistan, Senin (13/8/2018). Pernyataan ini muncul di saat pasukan bantuan dikerahkan ke kota tersebut dan serangan udara digelar ke arah berbagai posisi pasukan Taliban.

"Sebanyak 100 personel keamanan tewas demikian pula sekitar 20-30 warga sipil," kata Menteri Pertahanan Afghanistan Tariq Shah Bahrami.

Baca: Gerindra DKI Ingatkan Bukan Hanya PKS yang Berhak atas Kursi Wagub

Sementara, lanjut Bahrami, dari pihak Taliban 194 orang tewas termasuk 12 orang komandan senior kelompok itu.

"Setidaknya 95 anggota Taliban tewas akibat serangan udara," lanjut Bahrami.

Jaringan komunikasi di kota Ghazni sebagian besar masih limbuh dan para pejabat belum banyak memberikan keterangan.

Alhasil informasi tentang perkembangan terakhir di kota tersebut sulit diperoleh. Serangan terhadap kota Ghazni merupakan upaya terbaru Taliban untuk menguasai pusat-pusat urban.

Serangan itu juga terjadi di saat tekanan terhadap Taliban untuk memulai pembicaraan damai untuk mengakhiri 17 tahun perang, semakin tinggi.

Serangan ini juga merupakan aksi taktis terbesar yang digelar Taliban sejak gencatan senjata pada Juni lalu membuat baku tembak antara tentara dan Taliban terhenti sementara.

Kota Ghazni terletak di jalur jalan raya utama Kabul ke Kandahar, sehingga secara strategis menjadi gerbang antara Kabul dan wilayah basis Taliban di sisi selatan negeri itu. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved